TIFA MALUKU. COM, Ambon 30 Juli 2026 – Sidang Senat Terbuka Wisuda dan Pengambilan Sumpah Profesi STIKes Maluku Sada Tahun Akademik 2025–2026 menjadi momen bersejarah bagi dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan di Maluku. Berlangsung megah di Gedung Presisi Tantui, Ambon, acara ini melepas 201 lulusan berkualitas, yang terdiri dari 141 Sarjana Keperawatan dan 60 lulusan Pendidikan Profesi Ners, sekaligus menjadi bukti nyata komitmen bersama mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata hingga ke pelosok wilayah kepulauan.
Hadir dalam acara tersebut Kepala LL Dikti Wilayah 12 Maluku dan Maluku Utara, Prof. Dr. Saiful Deddy Sag, M.Si., jajaran pimpinan perguruan tinggi, para dosen, orang tua, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Elna Sitourisme Anakotta, Sp.M.
Dalam sambutannya, Anakotta menegaskan bahwa kelulusan ini bukan sekadar perayaan keberhasilan akademik, melainkan pergantian status ilmu menjadi amanah.
“Hari ini adalah hari ketika ilmu berubah menjadi tanggung jawab, gelar berubah menjadi amanah, dan cita-cita berubah menjadi pengabdian. Masyarakat tidak akan menilai saudara dari angka di atas kertas, melainkan dari kompetensi, ketulusan melayani, dan integritas dalam setiap tindakan,” ujarnya.
Gambaran wilayah Maluku yang terdiri dari ribuan pulau menjadi tantangan sekaligus panggilan mulia bagi para lulusan. Masih banyak saudara kita yang harus menempuh perjalanan berjam-jam bahkan berhari-hari melintasi laut hanya untuk mendapatkan pelayanan dasar. Menyadari hal itu, Ibu Elna mengajak para wisudawan hadir sebagai solusi nyata:
“Jadilah perawat yang menjangkau bukan hanya dengan ilmu, melainkan dengan empati. Jadilah tenaga kesehatan yang berani menempati tempat yang paling membutuhkan kehadiran saudara.”
Acara ini juga mencatat capaian penting lainnya: penyerahan Surat Keputusan izin operasional Program Studi Kebidanan Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan untuk STIKes Maluku Sada, serta pembaruan izin operasional Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang kedua di wilayah ini beserta perpindahan lokasi kampus dari Kairatu ke Wahewu.
Pemerintah Provinsi Maluku memberikan apresiasi tinggi kepada STIKes Maluku Sada atas konsistensi mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan berkarakter luhur. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi profesi, dan fasilitas pelayanan kesehatan ditekankan harus terus diperkuat guna menjawab tantangan era transformasi kesehatan, mulai dari digitalisasi layanan hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.
Pesan mendalam disampaikan kepada seluruh wisudawan: jangan pernah berhenti belajar, bangun kerja lintas profesi, dan bawa nama baik keluarga, almamater, serta daerah ke mana pun melangkah.
“Jika bertugas di puskesmas atau daerah terpencil, bekerjalah dengan sepenuh hati. Jika di rumah sakit, bekerjalah dengan disiplin dan empati. Jika kelak melangkah ke tingkat nasional maupun internasional, jadilah duta terbaik Maluku dan Indonesia. Namun ingatlah selalu, dimanapun berada, jangan pernah melupakan masyarakat yang telah membentuk perjalanan saudara,” pesan Ibu Elna.
Sebagai penutup, sebuah nasihat abadi menjadi pegangan: Ilmu menjadikanmu profesional, integritas menjadikanmu dipercaya, namun ketulusan hati melayani yang akan menjadikanmu dikenang sepanjang hayat.
Sidang senat ini menegaskan satu tekad bersama: acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan awal perjuangan baru bergandengan tangan mewujudkan Maluku yang lebih sehat, adil, dan sejahtera bagi seluruh anak bangsa. (TM-OL)










