TIFA MALUKU.COM, AMBON – Wakil Walikota Ambon, Ely Toisuta, menegaskan bahwa gereja memiliki peran strategis dan tak tergantikan sebagai mitra utama pemerintah daerah dalam mewujudkan kota yang religius, rukun, damai, dan sejahtera. Pernyataan ini disampaikan saat ia membuka secara resmi Sidang Jemaat Ke-28 GPM Pancaran Kasih Tahun 2026, Minggu (25/1/2026), sekaligus membacakan sambutan tertulis Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena.
Dalam sambutannya, Ely menilai keberadaan Gereja Protestan Maluku (GPM) memiliki kedudukan istimewa di tengah masyarakat. Menurutnya, GPM adalah gereja yang lahir, tumbuh, dan berkembang seiring dinamika kehidupan masyarakat Maluku sebagai daerah kepulauan. Berbagai tantangan sejarah dan sosial yang pernah dihadapi umat Kristen di tanah ini justru semakin menguatkan semangat kekristenan untuk senantiasa menghadirkan nilai-nilai keimanan, kasih, dan pelayanan di tengah kehidupan bergereja maupun bermasyarakat luas.
“Dinamika pelayanan gereja saat ini semakin kompleks dan menuntut kerja keras, manajemen yang transparan dan akuntabel, serta kebersamaan yang erat dari seluruh komponen jemaat. Pembentukan panitia Sidang Jemaat ke-28 ini kami pandang sebagai langkah strategis yang sangat baik, guna membantu Majelis Jemaat menghasilkan keputusan-keputusan bermutu yang semakin membangun kualitas pelayanan gereja ke depannya,” ujar Ely.
Atas nama seluruh jajaran Pemerintah Kota Ambon, Ely menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa terima kasih kepada Jemaat GPM Pancaran Kasih. Ia menilai jemaat ini selama ini sangat aktif dan konsisten mendukung pembangunan spiritual, sosial, kemasyarakatan, hingga pembangunan fisik di Kota Ambon. Sinergi inilah yang menjadi modal utama kemajuan kota.
Lebih jauh, Ely juga mengajak seluruh warga jemaat dan masyarakat umum untuk turut berperan aktif mendukung dan menyukseskan 17 Program Prioritas Walikota dan Wakil Walikota Ambon. Secara khusus, ia menyoroti isu pengelolaan persampahan dan penataan lingkungan hidup yang menjadi fokus utama pembenahan kota saat ini.
“Kebersihan adalah bagian dari iman dan merupakan tanggung jawab kita bersama. Ambon yang bersih, sehat, indah, dan nyaman untuk ditinggali hanya bisa terwujud jika masyarakat memiliki kesadaran tinggi untuk tidak membuang sampah sembarangan serta selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, gereja, maupun fasilitas umum,” tegasnya.
Ia mendorong seluruh jemaat untuk memulai gerakan kepedulian lingkungan ini dari lingkaran terkecil, yaitu keluarga, dan diperluas hingga ke lingkungan gereja. Hal ini dinilainya sebagai wujud nyata iman yang hidup, yang tidak hanya berhenti pada kata-kata, tetapi tercermin dalam tindakan sehari-hari yang bermanfaat bagi sesama dan alam ciptaan Tuhan.
Di akhir sambutannya, Ely juga berbagi pengalaman pribadi mengenai keterlibatannya dalam mendukung pembangunan fasilitas pendidikan di sektor jemaat setempat. Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut lahir murni dari ikatan emosional, kepercayaan, dan rasa tanggung jawab sosial, tanpa unsur kepentingan pribadi sama sekali. Ia berharap pembangunan sarana ibadah dan pendidikan tersebut dapat terus berlanjut dengan dukungan berbagai pihak, semata-mata demi kemuliaan nama Tuhan dan kemajuan umat.
“Kami berharap Sidang Jemaat ke-28 GPM Pancaran Kasih Tahun 2026 ini dapat berlangsung dengan lancar, penuh hikmat, damai, dan menghasilkan keputusan-keputusan yang diberkati Tuhan. Semoga segala hasil keputusan ini membawa kemajuan besar bagi pelayanan gereja serta kesejahteraan rohani dan jasmani seluruh umat di bumi Nusa Laut ini,” pungkas Ely Toisuta menutup sambutan. (TM-OL)








