“Awal tahun 2026 membuka babak baru bagi pembangunan Indonesia Timur. Provinsi Maluku akan menjadi tuan rumah proyek infrastruktur strategis nasional yang menjadi prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2030, dengan Bank Dunia siap memberikan dukungan penuh untuk pendanaan dan teknis, setelah sebelumnya telah melakukan studi kelayakan awal pada 2022 yang kini diangkat kembali dengan skala lebih besar dan integrasi yang lebih komprehensif.
TIFA MALUKU. COM, – Awal tahun 2026, Pemerintah Provinsi Maluku menerima kabar monumental yang tidak hanya akan mengubah wajah pembangunan di kawasan Timur Indonesia tetapi juga menjadikan provinsi ini sebagai magnet investasi internasional. Corolyn Turk, Country Director Bank Dunia untuk Indonesia, secara khusus mengundang Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa,, SH., LL, M untuk bertemu di Kantor Bank Dunia, Lantai 12 Gedung Bursa Efek, SCBD Sudirman, Jakarta, pada Kamis (8/1/2026), guna membahas dukungan penuh lembaga internasional tersebut untuk membiayai rangkaian proyek infrastruktur kunci di Maluku.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Maluku didampingi oleh R.J. Lino, Ketua Tim Proyek Maluku Integrated Port – seorang alumnus ITB Bandung yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT. PELINDO II periode 2009-2015, membawa keahlian ekstensif dalam pengembangan pelabuhan nasional.
Bank Dunia menyampaikan bahwa pembangunan di kawasan Timur Indonesia menjadi fokus utama dalam kerjasama dengan Pemerintah Indonesia, sesuai dengan target RPJMN 2025-2030 yang menetapkan pemerataan pembangunan dan peningkatan konektivitas sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai catatan, pada tahun 2022 Bank Dunia telah menyelesaikan Pra Feasibility Study terkait rencana pembangunan Ambon New Port yang awalnya direncanakan di kawasan antara Desa Wai dan Desa Liang, Kecamatan Salahatu, Kabupaten Maluku Tengah, sebelum proyek tersebut dibatalkan oleh Pemerintah Pusat untuk disesuaikan dengan skala strategis nasional.
Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan perlunya pembangunan pelabuhan terintegrasi yang tidak hanya menjadi gerbang perdagangan lokal dan regional, tetapi juga sebagai pusat logistik untuk kawasan Pasifik Barat yang menjadi bagian dari inisiatif konektivitas maritim internasional. Dukungan Bank Dunia yang akan diberikan mencakup pendanaan hingga skala ratusan juta dolar AS, serta bantuan teknis untuk pengelolaan proyek dan pemantauan keberlanjutan lingkungan – hal yang selaras dengan standar pembangunan berkelanjutan yang dijunjung tinggi oleh pemerintah dan Bank Dunia.
Proyek infrastruktur ini juga menjadi bagian dari rencana nasional untuk mengembangkan 5 koridor ekonomi strategis di Indonesia Timur, dengan Maluku sebagai salah satu knot utama yang akan menghubungkan Pulau Jawa, Sulawesi, Papua, serta negara-negara tetangga di kawasan Pasifik.
“Dengan dukungan penuh Bank Dunia dan kedudukan sebagai lokasi proyek infrastruktur strategis nasional sesuai RPJMN 2025-2030, Maluku siap melangkah menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru Indonesia yang tidak hanya mengangkat kesejahteraan masyarakat lokal tetapi juga memperkuat peran negara dalam perekonomian regional dan global – sebuah tonggak sejarah yang akan menorehkan nama Maluku di peta pembangunan dunia. (TM – OL)








