TIFA MALUKU.COM, – Tahun ajaran Baru 2025/2026 akan segera bergulir. Guna memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Ambon berjalan sesuai aturan, Wakil Wali Kota (Wawali) Ambon, Ely Toisutta menyambangi sekolah – sekolah, Selasa (8/7/25) pagi.
Sekolah-sekolah yang dikunjungi diantaranya, SMP Negeri 9, SD Negeri 1 dan 2 Lateri, SD Inpres Lateri, SD Negeri 79, SD Negeri 87, SMP negeri 14, SMP Negeri 6, SD Negeri 1 dan 2 Ambon, SD Negeri 61, SMP Negeri 4, dan komplek Sekolah P dan K.
Toisutta di sela-sela kunjungan mengatakan, beberapa ketentuan dalam SPMB yang ingin diketahui yakni jumlah siswa yang diterima, kemudian terkait usia anak masuk SD, serta jumlah anak per Rombongan Belajar (Rombel).
Untuk Sekolah Dasar sesuai ketentuan maksimal 28 siswa untuk setiap rombel sedangkan untuk SMP 32 siswa /Rombel.
“Hari ini Pemerintah Kota lewat Dinas Pendidikan kunjungi sekolah-sekolah baik SD maupun SMP guna memastikan SPMB sesuai ketentuan berlaku, yakni untuk usia anak dari TK ke SD, serta yang dari SD ke SMP jumlahnya sesuai, dengan Rombel yang disediakan,” ungkapnya.
Selain mendapat laporan mengenai jumlah siswa yang diterima, Wawali juga mendengarkan masukan dari para kepala sekolah, terkait infrastruktur dan jumlah guru yang belum merata di setiap sekolah.

“Apa yang disampaikan ini menjadi tanggungjawab dinas pendidikan untuk dapat lebih awal memastikan setiap kebutuhan sekolah, baik terkait infrastruktur maupun pemerataan guru, sehingga menjadi langkah awal dalam upaya kita meningkatkan kualitas pendidikan di tahun ajaran 2025/2026 hingga lima tahun kedepan,” tandasnya.
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan, Fredy Taso yang turut mendampingi Wawali dalam kunjungan itu, mengakui kepala sekolah sempat di wanti-wanti oleh Wawali terkait pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan menghindari pungutan liar dalam berbagai bentuk.
“Kami juga menyampaikan kepada para kepala sekolah agar dapat memastikan anak dari keluarga tidak mampu diakomodir dalam program Indonesia Pintar (PIP),” ujarnya.
Taso mengatakan tindak lanjut dari kunjungan ini, adalah dinas Pendidikan akan melakukan pertemuan dengan sekolah-sekolah per kecamatan, guna menyosialisasikan Rencana Strategis (Renstra) Disdik untuk diketahui semua satuan pendidikan. (TM-708)









