TIFAMALUKU. COM – Di tengah hamparan laut Maluku Barat Daya (MBD), sebuah sekolah menengah atas terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan. SMA Negeri 16 MBD, yang terletak di wilayah yang kaya akan potensi sumber daya alam, terus berbenah demi menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi para siswanya. Namun, di balik upaya tersebut, muncul berbagai pertanyaan terkait pengelolaan anggaran sekolah.
Pembangunan dan Sumber Dana
Plt. Kepala Sekolah SMA Negeri 16 MBD, Yonias Dominggus Kappy, menjelaskan secara rinci berbagai pembangunan yang telah dilakukan sejak tahun 2020. Pada tahun tersebut, sekolah menerima bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang mencapai ratusan juta rupiah untuk merehabilitasi dua ruang kelas untuk siswa kelas 11 dan 12. Dana ini disalurkan langsung melalui rekening sekolah, dan pengelolaan proyek dilakukan oleh panitia pembangunan yang melibatkan orang tua siswa sebagai ketua panitia, sementara kepala sekolah bertindak sebagai penanggung jawab.
“Pembangunan rehab dua ruang kelas itu selesai dalam waktu sekitar tiga bulan. Semua data dan dokumentasi sudah kami serahkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Maluku untuk dilaporkan ke pusat,” ujar Yonias Dominggus Kappy.
Selain DAK 2020, sekolah juga melakukan pembangunan lain seperti pagar sekolah, parkiran motor, taman, WC, kantin, dan penyekatan ruang kelas. Sumber dana untuk pembangunan ini berasal dari penerimaan siswa baru sebesar Rp200.000 per siswa dan iuran bulanan siswa sebesar Rp50.000. Khusus untuk siswa yang memiliki saudara kandung di sekolah yang sama, hanya dikenakan satu iuran.
Transparansi Pengelolaan Dana
Yonias Dominggus Kappy menjelaskan bahwa sejak tahun ajaran 2020 hingga 2024, jumlah siswa baru mencapai 30 siswa per tahun. Pada tahun ajaran 2025, jumlah ini meningkat menjadi 44 siswa baru. Dana yang diterima dari siswa baru diserahkan kepada bendahara penerima siswa baru, dan setiap pembayaran dilengkapi dengan kwitansi yang mencantumkan cap komite dan tanda tangan bendahara komite.
Berikut adalah daftar nama-nama : bendahara penerima siswa baru dari tahun 2020 hingga 2025:
1. Tahun ajaran 2020: Ny. Theresia Keo
2. Tahun ajaran 2021: Ny. Marce M. Wonata
3. Tahun ajaran 2022: Ny. Theresia Keo
4. Tahun ajaran 2023: Ny. Febrina Buknony
5. Tahun ajaran 2024: Ny. Aneta M. Samloy
6. Tahun ajaran 2025: Ny. Vitay. Imanuela, Nussy
Tanggapan Terhadap Isu Penyalahgunaan Anggaran
Menanggapi isu terkait dugaan penyalahgunaan anggaran sekolah, khususnya sumbangan siswa baru, Yonias Dominggus Kappy dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai berita bohong atau hoax.
“Kenapa baru sekarang ada komplain, padahal pembangunan ini sudah berjalan sejak 2020?” tanyanya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap kegiatan pembangunan selalu dibahas dalam rapat bersama komite sekolah dan orang tua murid. Sejauh ini, tidak ada keberatan dari orang tua karena mereka menyadari bahwa sekolah membutuhkan partisipasi untuk meningkatkan sarana dan prasarana.
“Semua pembangunan yang dilakukan sampai sekarang masih ada. Itu artinya bukti fisiknya ada. Pekerjaan dilakukan melalui swadaya yang melibatkan orang tua (komite) dan pihak sekolah. Hanya beberapa kegiatan, seperti pembangunan taman, yang menggunakan jasa pihak ketiga,” tambahnya.
Langkah Klarifikasi dan Pelaporan
Yonas Dominggus Kappy juga telah dipanggil oleh Kepala Cabang Dinas Kabupaten MBD untuk mengklarifikasi tudingan tersebut. Ia berharap pihak-pihak yang menuding dirinya juga dipanggil untuk dimintai keterangan.
“Saya sudah menghadap Kacab Pendidikan Kabupaten MBD, Piter K. Puaraka, pada Senin, 11 Agustus 2025, di Tiakur. Jika memang ada data dan bukti terkait penyalahgunaan anggaran, silakan diproses hukum,” tegasnya.
Selain itu, Yonas Dominggus Kappy juga telah melaporkan persoalan ini kepada Dinas Pendidikan Provinsi Maluku sebagai inisiatif pribadi untuk menjelaskan perkembangan dan persoalan yang terjadi di SMA Negeri 16 Kabupaten MBD.
Kondisi Sekolah dan Harapan ke Depan
Jumlah siswa di SMA Negeri 16 MBD terus meningkat, dengan 44 siswa baru pada tahun ajaran 2025, meningkat dari 30 siswa pada tahun sebelumnya. Total siswa saat ini mencapai lebih dari 200 orang, dengan dukungan dana BOS sebesar Rp263.350.000.
Sekolah ini memiliki 18 guru, terdiri dari enam PNS, empat P3K, dan empat tenaga honorer. Namun, sarana dan prasarana masih terbatas, dengan hanya tiga ruang kelas, satu ruang guru, dan satu ruang kepala sekolah yang juga berfungsi sebagai perpustakaan. Bantuan dari perusahaan tambang Batu Tua Tembaga Raya Rerelokis juga turut berkontribusi dalam pengembangan sekolah.
“Kami masih kekurangan ruang laboratorium untuk mata pelajaran IPA dan komputer. Masih banyak sekali yang perlu ditingkatkan,” ungkap Yonas Dominggus Kappy.
Dengan segala keterbatasan dan tantangan yang ada, SMA Negeri 16 MBD terus berupaya memberikan pendidikan terbaik bagi generasi muda Maluku Barat Daya. Dukungan dari berbagai pihak, transparansi dalam pengelolaan anggaran, serta partisipasi aktif dari orang tua dan komite sekolah menjadi kunci untuk mewujudkan harapan tersebut. Di tengah gelombang perubahan dan dinamika pembangunan, SMA Negeri 16 MBD tetap bertekad untuk menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan anak bangsa di ujung timur Indonesia. (TM-08)









