TIFAMALUKU.COM – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, SH.,LL,M menghadapi situasi pelik dalam menentukan siapa yang akan menjabat sebagai Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Provinsi Maluku. Jabatan ini penting karena Sekwan bertugas memastikan semua urusan di DPRD berjalan lancar.
Di satu sisi, Gubernur Lewerissa punya hak penuh untuk memilih siapa saja yang pantas menduduki posisi tersebut. Di sisi lain, tiga fraksi besar di DPRD terang-terangan mendukung agar Pelaksana Tugas (Plt) Sekwan saat ini, Fahratur Rabiah Samal, ditetapkan sebagai pejabat tetap.
“Kewenangan untuk menempatkan atau mempromosikan seseorang sebagai pejabat eselon II adalah kewenangan mutlak Gubernur sebagai kepala daerah. Perlu dicatat, masukan-masukan yang ada hanyalah bersifat rekomendasi, bukan sesuatu yang mengikat,” tegas Gubernur Lewerissa, seolah ingin mengingatkan semua pihak bahwa keputusan akhir ada di tangannya.
Namun, dukungan kuat dari tiga fraksi ini memunculkan pertanyaan: apakah dukungan politik ini akan memengaruhi keputusan Gubernur?
Jabatan Sekwan DPRD bukan sekadar urusan administrasi. Sekwan punya peran penting dalam membantu kelancaran agenda DPRD, mulai dari membahas anggaran daerah hingga mengatur urusan internal. Karena itulah, dukungan solid dari tiga fraksi ini menimbulkan spekulasi, apakah ada kepentingan tertentu di balik dukungan tersebut?
Tiga fraksi yang mendukung Fahratur Samal adalah Golkar, PKB, dan Gerindra. Dukungan ini disampaikan langsung di forum resmi DPRD saat membahas perubahan anggaran daerah tahun 2025, Selasa malam (30/9/2025).
Richard Rahakbauw, perwakilan dari Fraksi Golkar, mengatakan Fahratur Samal sudah bekerja dengan baik selama menjadi Plt Sekwan. “Kami berharap Bapak Gubernur Maluku dapat melantik Ibu Fahratur Samal sebagai Sekwan tetap untuk lima tahun ke depan,” katanya.
Mu’min Refra dari Fraksi PKB juga memberikan pujian atas kerja keras Fahratur Samal. “Kami mengapresiasi tugas yang sudah dijalankan. Sungguh menguras tenaga dan pikiran untuk memastikan program dewan berjalan. Terima kasih atas dedikasi dan kerja nyata dari Ibu Sekwan beserta seluruh staf,” ujarnya.
Saoda Tethol dari Fraksi Gerindra juga mendukung penuh, dengan alasan Sekwan yang definitif akan membuat agenda DPRD berjalan lebih lancar, terutama dalam hal pembahasan anggaran.
Kini, semua mata tertuju pada Gubernur Hendrik Lewerissa. Apakah ia akan mendengarkan dukungan dari tiga fraksi besar tersebut, ataukah ia akan tetap memilih berdasarkan aturan, kemampuan, dan kebutuhan birokrasi? Keputusan ini akan menjadi ujian, apakah Gubernur bisa mengambil keputusan secara independen tanpa terpengaruh tekanan politik. (TM-708)









