TIFA MALUKU. COM, JAKARTA – Komisi III DPRD Maluku yang mengunjungi Kemenhub RI Rabu (10/12/2025) membawa pesan mendesak: provinsi dengan lebih dari 1.000 pulau ini sangat membutuhkan peningkatan armada laut, udara, dan perpanjangan bandara untuk menghubungkan jutaan warganya.
Audiensi yang diterima langsung oleh Wamenhub Suntana bahkan mendapatkan janji konkret: anggaran sisa tahun 2025 akan didiskresikan ke 2026 untuk memenuhi kebutuhan itu.
Fakta penting: Maluku memiliki luas wilayah laut yang mencapai 624.000 km² (lebih dari 90% luas total provinsi) namun armada kapal penumpang yang layak masih terbatas, membuat perjalanan antar pulau sering tertunda bahkan dibatalkan.
“Perhatian kami untuk Maluku cukup besar. Atas usulan yang disampaikan, kita akan alokasikan diskresi anggaran sisa 2025 ke tahun depan untuk provinsi ini. Saya akan laporkan ke Pak Menteri segera,” tegas Suntana yang didampingi seluruh Direktur Jenderal Kemenhub.
Koordinator Komisi III Johan Lewerissa menekankan, armada udara juga menjadi krusial.
“Fakta: Banyak pulau di Maluku hanya dapat dijangkau melalui pesawat, namun frekuensi penerbangan sering rendah dan harga tiket mahal karena armada kurang. Beberapa warga harus menunggu minggu untuk ke kota besar hanya untuk berobat,” kata Politisi Gerindra ini seraya menambahkan “Kami minta Maluku diutamakan – tambah armada laut dan udara, itu adalah nyawa konektivitas kita.
Selain itu, perpanjangan bandara juga menjadi prioritas. Ambil misal Bandara Banda Naira, Elat, dan Moa memiliki landasan yang sempit, sehingga hanya dapat ditempati pesawat kecil. Ini membuat pengiriman barang kebutuhan pokok dan bantuan darurat sulit, apalagi belum ada transportasi bus di sekitar bandara tersebut.”
Anggota Komisi Richard Rahakbauw juga menambahkan, PD Panca Karya (perusahaan daerah angkutan) juga membutuhkan armada baru untuk melayani warga.
“Kami sudah bawa proposal langsung hari ini, bersama Dinas Perhubungan. Semua ini untuk menjadikan Maluku lebih terhubung dan maju,” jelasnya.
Rombongan Komisi III yang juga diisi Allan Lohy, Alhidayat Wadjo, Amirudin, La Nyong, Halimun Saulatu, Mumin Refra, serta didampingi Kepala Dinas Perhubungan Maluku Muhammad Malawat dan Kepala Badan Penghubung Saipul Patta berharap janji Wamenhub segera terealisasi. (TM-708)








