Mimpi kemandirian ekonomi dan swasembada pangan bagi umat Gereja Protestan Maluku (GPM) semakin nyata berkobar! Hamparan lahan pertanian seluas puluhan hektare di Desa Uraur, Kabupaten Seram Bagian Barat, bukan hanya menjadi hamparan hijau yang memukau, tetapi juga saksi bisikan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Maluku untuk mengangkat derajat ekonomi rakyat melalui potensi yang ada di tangan lembaga keagamaan.
TIFA MALUKU.COM – Minggu siang (21/12), suasana di kawasan Partisipasi Pembangunan (Parpem) Sinode GPM Uraur menjadi lebih hangat saat Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa turun langsung ke lokasi. Kunjungan ini dilakukan setelah beliau menghadiri peresmian dan penahbisan Gedung Gereja Betfage Jemaat GPM Kairatu, lalu sekitar pukul 12.00 WIT, rombongan bergerak menjelajahi lahan yang menyimpan potensi besar bagi masa depan daerah.
Dampingi sejumlah pejabat penting – antara lain Kepala Dinas PTSP Roby Tomasoa, Kepala Dinas PUPR Hengky Tamtelahitu, Wakil Bupati Seram Bagian Barat Selfinus Kainama beserta istri, Ketua MPH Sinode GPM Pdt. S.I. Sapulette, Ketua Klasis Kairatu Pdt. Henry Rutumalessy, Camat Kairatu Jonathan Kainama, para pendeta, dan pengelola Parpem – Gubernur langsung terjun ke lapangan setelah menyimak penjelasan dan melihat peta lokasi di kantor pengelola.
Saat menginjakkan kaki di lahan yang subur, kagum tak bisa disembunyikan dari wajahnya.
“Pak Ketua, lahan ini sangat luas. Sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya dengan nada penuh semangat yang dibarengi canda ringan.
Pdt. S.I. Sapulette sebagai Ketua Sinode GPM menanggapi dengan optimisme tinggi. Menurutnya, Parpem Uraur adalah bagian dari upaya gereja untuk membangun kemandirian ekonomi umat.
“Kami terus berupaya mengelola lahan ini, karena sangat mendukung pertumbuhan ekonomi gereja,” jelasnya.
Di lokasi, terlihat berbagai jenis sayuran yang tumbuh subur, lengkap dengan fasilitas produksi pupuk kompos dan bangunan pendukung lainnya. Pdt. Henry Rutumalessy menjelaskan bahwa luas lahan Parpem di Uraur mencapai 19 hektare, sementara di Kawatu tersedia tambahan sekitar 21 hektare.
Informasi itu langsung memicu janji konkret dari Gubernur. Beliau menyatakan kesiapan pemerintah untuk mendukung pengembangan Parpem melalui penyediaan benih dan alat pertanian.
“Pemerintah selalu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk jemaat dan umat Tuhan. Apa yang bisa kami lakukan, kami siap. Saya punya kerinduan yang besar untuk mengeluarkan Maluku dari ketertinggalan dan kemiskinan, meskipun kita berada dalam keterbatasan fiskal,” tegasnya dengan nada penuh kesungguhan.
Gubernur menegaskan, perhatian terhadap lahan produktif milik warga dan lembaga keagamaan sejalan dengan program nasional Asta Cita Presiden, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan melalui mekanisasi pertanian. Menurutnya, modernisasi adalah kunci untuk mempercepat seluruh proses, mulai dari pengolahan lahan hingga pascapanen.
“Apa pun yang bisa dibantu pemerintah akan terus kami lakukan. Kebijakan harus diarahkan ke sana, agar setiap program benar-benar berdampak bagi rakyat, direncanakan dengan baik dan dikelola secara bertanggung jawab,” tambahnya.
Ketua Sinode GPM menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian tersebut.
“Pak Gubernur, kami berterima kasih. Semoga lahan ini, dan lahan-lahan milik GPM di tempat lain, dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan umat,” ucapnya penuh harapan.
Setelah peninjauan, Gubernur dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Waipirit sebelum kembali ke Ambon. Namun, jejak semangat dan janji yang dibuat tak akan terlupakan – karena di hamparan hijau Uraur, telah lahir harapan baru yang siap mengubah wajah ekonomi umat di Maluku! (TIM)








