“Ketika Mimpi Investasi Terancam Pupus: Gubernur HL dan Bupati SBB Pasang Badan untuk Masyarakat”

oleh -67 views

TIFAMALUKU. COM – Di balik dinding megah Kantor Gubernur Maluku, sebuah drama kecil namun krusial tengah dipentaskan.

Kamis, 14 Agustus 2025, menjadi hari penentuan bagi nasib investasi PT Spice Islands Maluku (PT SIM) di Seram Bagian Barat (SBB). Pertemuan antara Gubernur Hendrik Lewerissa dan Bupati Asri Arman bukan sekadar formalitas, melainkan pertaruhan masa depan ribuan warga yang menggantungkan harapan pada janji manis investasi.

Sebelumnya, mimpi indah itu nyaris kandas. PT SIM, yang digadang-gadang sebagai pembawa kemakmuran, terancam angkat kaki akibat sengketa lahan di Dusun Pelita Jaya. Surat pengunduran diri telah disiapkan, menambah daftar panjang investor yang kecewa dengan rumitnya birokrasi dan masalah sosial di daerah.

Namun, di tengah keputusasaan, secercah harapan muncul. Dengan nada diplomatis, Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, mengumumkan bahwa Gubernur dan Bupati sepakat untuk memberikan kesempatan kedua pada PT SIM. “Investasi ini terlalu penting untuk diabaikan. Kami akan memfasilitasi mediasi, mencari solusi yang adil bagi semua pihak,” ujarnya.

Bupati SBB menambahkan, penghentian sementara operasional perkebunan pisang Abaka adalah langkah pahit yang harus diambil untuk mencegah konflik horizontal. “Kami tidak ingin ada pertumpahan darah. Lebih baik menunda investasi daripada mengorbankan kedamaian dan persatuan masyarakat,” tegasnya.

Kasrul menjelaskan bahwa akar masalahnya hanya terletak pada sebagian kecil lahan konsesi. Dari total 2.445 hektare, hanya 15-20 hektare yang menjadi sumber sengketa. “Ironisnya, ada ribuan hektare lahan yang belum dimanfaatkan. Potensi investasi ini jauh lebih besar dari sekadar masalah kecil di Pelita Jaya,” ungkapnya.

Isu PHK massal juga menjadi perhatian utama. Bupati membantah adanya pemecatan sepihak. “Kami akan memastikan semua pekerja mendapatkan hak-haknya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tidak boleh ada yang menjadi korban dari konflik ini,” janjinya.

Sebagai langkah konkret, rapat koordinasi antara Forkopimda provinsi dan kabupaten akan segera digelar. Semua pihak akan duduk bersama, mencari solusi yang win-win, demi menjaga iklim investasi yang kondusif di Maluku.

Di akhir pertemuan, Gubernur Hendrik Lewerissa menyampaikan pesan yang menggugah. “Investasi bukan hanya tentang uang dan keuntungan, tetapi juga tentang kepercayaan dan tanggung jawab. Pemerintah akan berdiri tegak, melindungi investor yang jujur dan menghormati hak-hak masyarakat. Bersama, kita bisa mewujudkan Maluku yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya. (TM-08) 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang Penulis: tifamaluku

Gambar Gravatar
Nama Lengkap : Ongen Lekipiouw, S. Sis Jabatan : Pimpinan Perusahaan/Redaksi Alamat : Jalan Dr Kayadoe Kudamati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.