“Dari Istana Sepi ke Jantung Berdenyut: Gubernur Lewerissa Hidupkan Kembali Rumah Dinas sebagai Sumber Inspirasi Maluku”

oleh -38 views

TIFAMALUKU. COM – Enam bulan lamanya Maluku menanti, dan kini, penantian itu terjawab sudah. Gubernur Hendrik Lewerissa, bersama keluarga tercinta, resmi menempati Rumah Dinas Gubernur, Kamis (14/8/2025) malam. Bukan sekadar mengisi ruang kosong, melainkan membangkitkan kembali denyut kehidupan di istana yang selama lima tahun terakhir membisu.

Di bawah sorot lampu taman yang membara merah putih, seolah menyala bersama semangat kemerdekaan, Rumah Dinas Gubernur bertransformasi. Dari bangunan megah yang dingin, menjadi oase kehangatan dan harapan. Gubernur Lewerissa tidak hanya menempati rumah, tetapi mendeklarasikannya sebagai “Rumah Inspirasi Par Maluku Pung Bae” – sebuah kawah candradimuka tempat ide-ide revolusioner digodok, sinergi dahsyat diledakkan, dan persaudaraan abadi ditempa demi Maluku yang gemilang.

Ibadah syukur yang dipimpin Pdt. T.H. Werinussa menjadi momentum sakral. Dalam khotbah yang membakar jiwa, Pdt. Werinussa mengingatkan tentang imperatif untuk bertindak adil, memeluk kesetiaan, dan merendahkan diri di hadapan Sang Pencipta. Rumah Dinas Gubernur bukan sekadar simbol kekuasaan, melainkan altar suci tempat pemimpin dan rakyat bertemu dalam harmoni.

“Jangan biarkan rumah ini menjadi benteng yang memisahkan. Buka lebar pintunya bagi semua, dari mama-mama papalele hingga pejabat tinggi. Biarkan setiap jiwa merasa diterima dan dihargai. Malam ini adalah bukti nyata anugerah tak terhingga dari Tuhan, “ ungkap Pdt. T.H. Werinussa menggetarkan.

Gubernur Lewerissa, dalam pidatonya yang menyentuh kalbu, menegaskan bahwa rumah ini bukan sekadar tempat tinggal jabatan, melainkan ruang sakral tempat hati-hati yang terluka disembuhkan dan mimpi-mimpi yang terkubur dibangkitkan. Ia mengaitkan makna rumah dalam tradisi Maluku, di mana setiap tamu disambut dengan senyum tulus, doa khusyuk, dan kehangatan yang tak ternilai harganya.

“Saya tidak ingin rumah ini menjadi menara gading yang terisolasi. Saya ingin menjadikannya Rumah Inspirasi Par Maluku Pung Bae. Tempat kita beradu gagasan, merajut mimpi, dan membangun Maluku yang kita cintai dengan segenap jiwa raga.” Tegas Gubernur HL.

Lebih dari sekadar janji, Gubernur Lewerissa mendeklarasikan komitmen untuk menjaga rumah ini sebagai simbol transparansi, tempat di mana setiap suara didengar, setiap ide dihargai, dan setiap aspirasi diperjuangkan. Ia menyadari bahwa membangun Maluku bukanlah tugas seorang diri, melainkan panggilan kolektif yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat.

Namun, jalan menuju kejayaan tidak selalu mulus. Gubernur Lewerissa mengakui bahwa rumah ini membutuhkan renovasi besar-besaran, dan biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Meski diterpa badai kritik, ia tetap tegar. Sebagai nahkoda yang berpengalaman, ia siap menghadapi segala tantangan, asalkan tujuannya mulia: membangun Maluku yang adil, makmur, dan sejahtera.

“Jabatan adalah amanah suci yang harus dipertanggungjawabkan. Rumah ini hanya akan menjadi milik saya selama saya mengemban tugas sebagai gubernur, tetapi selama itu, setiap kebijakan yang saya ambil harus berakar dari suara rakyat dan berorientasi pada kepentingan rakyat, “ pungkas Gubernur.

Di balik kemegahan arsitektur dan kemilau dekorasi, Rumah Dinas Gubernur kini memancarkan aura yang berbeda. Ia bukan lagi sekadar simbol kekuasaan, melainkan simbol harapan, inspirasi, dan cinta yang membara untuk Maluku tercinta. Semoga pintu rumah ini akan selalu terbuka bagi setiap insan yang memiliki visi untuk memajukan Maluku, karena di sanalah semangat kebersamaan menyala, ide-ide kreatif bermunculan, dan mimpi-mimpi besar menjadi kenyataan. (TM-08) 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang Penulis: tifamaluku

Gambar Gravatar
Nama Lengkap : Ongen Lekipiouw, S. Sis Jabatan : Pimpinan Perusahaan/Redaksi Alamat : Jalan Dr Kayadoe Kudamati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.