TIFA MALUKU. COM – Di tengah gegap gempita perayaan 80 tahun kemerdekaan Indonesia, sebuah epik perjuangan terukir di Bumi Raja-Raja. Di bawah kepemimpinan visioner Gubernur Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M., mimpi yang lama terpendam akhirnya bersemi: operasi bedah jantung terbuka perdana di Ambon. Bukan sekadar pencapaian medis, ini adalah kulminasi dari dedikasi membara, meruntuhkan tembok geografis dan menghadirkan secercah harapan bagi kesehatan jantung masyarakat kepulauan.
Jumat, 3 Oktober 2025, akan selalu dikenang sebagai hari bersejarah saat RSUP dr. J. Leimena berhasil menaklukkan tantangan operasi bedah pintas arteri koroner (Coronary Artery Bypass Graft/CABG) secara paripurna. Kolaborasi strategis dengan RSJPD Harapan Kita, Jakarta, menjadi simbol sinergi yang mempercepat kemajuan dunia medis Maluku.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, yang hadir langsung di Ambon, takjub dengan kemajuan pesat ini. Bersama Gubernur Hendrik Lewerissa, ia menyaksikan langsung keajaiban di ruang operasi jantung (OK Jantung) dan Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU), menyapa para pejuang kehidupan pascaoperasi, Kus Hartono (73) dan Jon Muskita (43).
“Ini adalah lompatan kuantum! Maluku kini sejajar dengan provinsi-provinsi maju lainnya di Indonesia dalam kemampuan bedah jantung. Di bawah komando Gubernur Hendrik Lewerissa, dengan dukungan penuh dari seluruh RS, pelayanan kesehatan di Maluku melampaui ekspektasi. Kini, masyarakat tak perlu lagi mengembara ke Jawa, cukup di Ambon, harapan itu ada,” seru Menkes Budi, mengagumi visi revolusioner dan kerja keras Gubernur Lewerissa.
Gubernur Hendrik Lewerissa , dengan semangat membara, menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah jawaban atas doa dan harapan masyarakat Maluku.
“Saya bersama Pak Menteri berada di RSUP Leimena, mendampingi pasien yang baru selesai operasi bedah jantung. Operasi ini berhasil, sehingga masyarakat Maluku tidak perlu lagi keluar daerah untuk berobat. Cukup di Ambon, semua sudah bisa dilakukan,” tegas Gubernur dengan nada penuh kebanggaan.
Ia menambahkan, momentum ini adalah tonggak sejarah yang luar biasa. Sejak Indonesia merdeka, baru kali ini tindakan medis sebesar bedah jantung dapat dilakukan di tanah Maluku. Gubernur juga tak lupa menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga pola hidup sehat guna mencegah penyakit jantung.
Kisah haru datang dari Kus Hartono, salah satu pasien yang baru saja menjalani operasi. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan pesan penting, “Sakit jantung saya ini akibat makanan berminyak dan rokok. Saya berharap masyarakat bisa mengurangi bahkan berhenti. Kalau mau berobat, tidak perlu jauh ke Jawa, cukup di Ambon. Pelayanan di sini representatif dan sangat baik.” Ucapan terima kasih tak henti ia sampaikan kepada Gubernur, Menteri, serta seluruh tim medis RSUP Leimena dan RSJPD Harapan Kita yang telah memberinya kesempatan kedua untuk hidup.
Keberhasilan operasi jantung perdana ini bukan sekadar pencapaian medis, melainkan simbol harapan baru bagi masyarakat Maluku. Ini adalah bukti nyata bahwa dengan kepemimpinan yang kuat, visi yang jelas, dan kolaborasi yang solid, Maluku mampu melompat jauh ke depan dalam menyediakan layanan kesehatan spesialis yang setara dengan kota-kota besar di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa, masa depan kesehatan jantung masyarakat Maluku kini lebih cerah, lebih dekat, dan lebih terjangkau.
Operasi jantung perdana ini menjadi simbol kebangkitan Maluku di bidang kesehatan. Dengan hadirnya layanan ini, masyarakat Maluku kini memiliki harapan baru untuk hidup lebih sehat dan berkualitas. Mari kita dukung terus upaya. (TM-708)








