Dari Telaga Kodok, Asa Baru Tumbuh: Gubernur Pimpin Gerakan Tanam 100 Ribu Cabai untuk Maluku yang Berdaulat Pangan

oleh -39 views

TIFA MALUKU. COM, LEIHITU – Di bawah naungan langit biru Dusun Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, sebuah harapan baru merekah. Hamparan tanah seluas 1,5 hektare menjadi saksi bisu dimulainya sebuah gerakan monumental yang diyakini mampu menjinakkan inflasi di Bumi Raja-Raja. Bukan sekadar menanam, tapi merajut kemandirian pangan.

Pemerintah Provinsi Maluku, melalui Dinas Pertanian, bersama 11 kabupaten/kota se-Maluku secara daring, melakukan penanaman Cabai Serempak yang dipimpin langsung oleh Gubernur, Hendrik Lewerissa, pada Rabu, 13 Agustus 2025, berlokasi di UPTD BBI Horti Padi Palawija Dinas Pertanian Provinsi Maluku.

Sebanyak 100 ribu anakan cabai ditanam serentak, mengirimkan sinyal kuat bahwa Maluku siap mengubah tantangan menjadi peluang emas. Sebuah langkah strategis yang diharapkan mampu menulis ulang peta ketahanan pangan daerah.

Hadir langsung dalam acara tersebut Ketua TP-PKK Maluku, Maya Baby Rampen, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Muhamad Latief, para pimpinan OPD, para penyuluh pertanian, dan para petani yang penuh semangat.

Gubernur, Hendrik Lewerissa, dalam sambutannya menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mendukung gerakan ini. Ia menekankan bahwa ini adalah langkah strategis untuk mengendalikan inflasi pangan yang selama ini menjadi momok.

“Cabai selama ini menjadi salah satu komoditas yang berkontribusi signifikan pada inflasi. Dengan memperluas area tanam, kita mendorong produksi lokal dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar,” ujar Gubernur dengan nada penuh keyakinan.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data, inflasi Maluku per Juli 2025 berada pada angka 2,91 persen (year to date), yang relatif terkendali. Namun, cabai merah dan cabai rawit tetap menjadi penyumbang inflasi yang berulang. Dalam beberapa bulan terakhir, harga cabai terus merangkak naik, membebani masyarakat.

Oleh karena itu, langkah tanam serempak ini adalah solusi konkret untuk memperluas area tanam, mendorong produksi, dan mengendalikan harga. Terlebih lagi, program ini diiringi dengan inovasi Digital Farming yang lahir dari kolaborasi antara Dinas Pertanian Maluku, Bank Indonesia, dan kelompok tani.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BI Maluku yang telah aktif membangun pertanian kita. Semoga kolaborasi yang indah ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Maluku,” tambahnya dengan senyum optimis.

Gubernur juga mengajak seluruh bupati/wali kota untuk memperkuat strategi 4K; keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif, demi menekan inflasi pangan dan menstabilkan ekonomi daerah.

Dukungan kepada petani, lanjutnya, adalah wujud nyata komitmen pemerintah terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Sapta Cita Pemerintah Provinsi Maluku, yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Maluku, Muhamad Latief, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar penanaman cabai, tetapi juga sebuah revolusi pola pikir.

“Cabai merah sudah lima kali menjadi penyumbang inflasi, cabai rawit tiga kali. Ini adalah bukti bahwa kita masih rentan karena belum swasembada. Gerakan ini mengajak seluruh masyarakat untuk beralih dari sekadar konsumen menjadi produsen yang aktif,” ujarnya dengan semangat membara.

Sejak tiga tahun terakhir, BI Maluku telah membina enam kelompok tani dengan teknologi Digital Farming. Hasilnya sangat nyata, produktivitas meningkat secara signifikan, dan petani semakin percaya diri dalam mengelola lahan mereka dengan data dan pemantauan berbasis teknologi.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Maluku, Ilham Tauda, dalam laporannya menyampaikan bahwa GNPIP adalah bentuk kolaborasi lintas sektor yang sangat penting. Kegiatan ini melibatkan 1.350 peserta dari 11 kabupaten/kota, mulai dari OPD, penyuluh, kelompok tani, hingga masyarakat umum.

Selain 100 ribu anakan cabai, acara ini juga diwarnai dengan penyerahan 1 unit perangkat Digital Farming bantuan BI untuk petani binaan Dinas Pertanian Maluku, 22 ribu anakan cabai dan sarana produksi untuk petani, 5.500 anakan cabai untuk program Gerakan Sekolah Menanam di 11 SMA di Ambon dan Maluku Tengah, 5.000 anakan cabai untuk kelompok binaan TP-PKK Provinsi Maluku, serta 38.000 anakan cabai untuk petani dan masyarakat umum sebagai tindak lanjut dari gerakan ini.

Acara ini juga diisi dengan telekonferensi bersama seluruh Pemerintah kabupaten/kota yang dipimpin oleh Asisten II Kasrul Selang, yang membahas strategi pengendalian inflasi di masing-masing daerah.

Gubernur bersama Ketua TP-PKK Maluku, Kepala BI, dan rombongan juga menyempatkan diri untuk meninjau Smart Farming kelompok tani Telaga Beni serta kebun percontohan jagung milik TP-PKK Maluku, sebagai bukti nyata dukungan terhadap inovasi pertanian.

Dari Telaga Kodok, semangat kemandirian pangan Maluku berkobar. Gerakan tanam 100 ribu cabai ini bukan hanya tentang menekan inflasi, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih cerah bagi petani, masyarakat, dan seluruh Bumi Raja-Raja. Dengan tekad yang kuat dan kerja keras bersama, Maluku pasti bisa! (TM-08) 

Tentang Penulis: tifamaluku

Gambar Gravatar
Nama Lengkap : Ongen Lekipiouw, S. Sis Jabatan : Pimpinan Perusahaan/Redaksi Alamat : Jalan Dr Kayadoe Kudamati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.