BREAKING NEWS: Kacab MBD Diduga “Rampas” Mobil Dinas, Dunia Pendidikan Tercoreng!

oleh -150 views

TIFA MALUKU. COM, Maluku Barat Daya, 27 September 2025 – Sebuah skandal mengguncang dunia pendidikan di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Hendrik Johanes George Frans, M.Pd., Kepala Cabang Dinas (Kacab) Pendidikan MBD yang baru dilantik, diduga melakukan tindakan arogan dengan mengambil paksa mobil dinas yang sebelumnya digunakan oleh pendahulunya, Pieter Kalvin Puaraka, S.Pd.

Kronologi Kejadian

Menurut informasi yang dihimpun, insiden ini terjadi bahkan sebelum serah terima jabatan resmi dilakukan 22 September 2025. Frans diduga mengambil mobil dinas tanpa sepengetahuan Puaraka melalui staf cabang, NZ.

“Kami sangat menyayangkan tindakan tersebut. Seharusnya ada proses serah terima jabatan yang baik dan sesuai prosedur,” ujar salah seorang kepala sekolah SMA di MBD yang enggan disebutkan namanya.

Siapa Pieter Kalvin Puaraka?

Pieter Kalvin Puaraka adalah sosok yang dikenal luas di kalangan pendidik MBD sebagai pemimpin yang peduli dan berdedikasi. Selama menjabat sebagai Kacab, ia selalu berupaya untuk mempermudah urusan administrasi para kepala sekolah, sehingga mereka dapat fokus pada peningkatan kualitas pendidikan.

Mantan Kacab Dinas Pendidikan Kabupaten MBD, Pieter K. Puaraka.

“Pak Puaraka itu sangat membantu kami. Beliau selalu berusaha agar urusan dinas selesai dalam satu hari, sehingga kami tidak perlu berlama-lama di Tiakur,” ungkap seorang kepala sekolah SMK.

 

Namun, keberpihakan Puaraka pada dunia pendidikan justru menjadi bumerang baginya. Ia menjadi salah satu Kacab yang menolak mengikuti arahan untuk mengarahkan guru dan kepala sekolah mendukung pasangan calon gubernur Murad Ismail (MI) sesuai perintah Mantan Kadis Pendidikan Provinsi Maluku, Insun Sangadji dan Mantan Kabid GTK, Yuspy Tiarita. Namun mirisnya, ia dinonjobkan dari jabatan Kacab Dinas MBD dan digantikan dengan Hendrik Johanes George Frans, M.Pd.

Hingga berita ini diturunkan, Hendrik Johanes George Frans, M.Pd. belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan tersebut. Media ini masih berupaya untuk menghubungi yang bersangkutan.

Sementara itu, berbagai kalangan masyarakat MBD menyampaikan kekecewaan mereka atas kejadian ini. Mereka menilai tindakan Kacab baru tersebut sebagai bentuk arogansi kekuasaan yang mencoreng dunia pendidikan.

Skandal arogansi kekuasaan ini tentu saja menimbulkan dampak negatif bagi dunia pendidikan di MBD. Para guru dan kepala sekolah merasa resah dan khawatir akan masa depan pendidikan di kabupaten tersebut.

“Kami berharap agar kejadian ini dapat segera diselesaikan dengan baik, sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar,” tutur seorang guru SMA.

Pesan untuk Kacab Baru

Hendrik Johanes George Frans, M.Pd. diharapkan dapat belajar dari pengalaman pahit ini dan menjalankan tugasnya sebagai Kacab dengan lebih bijaksana dan bertanggung jawab. Kekuasaan bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus diemban untuk memajukan pendidikan di Maluku Barat Daya. (TM-708) 

 

 

Tentang Penulis: tifamaluku

Gambar Gravatar
Nama Lengkap : Ongen Lekipiouw, S. Sis Jabatan : Pimpinan Perusahaan/Redaksi Alamat : Jalan Dr Kayadoe Kudamati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.