Baku Sayang, Bangkit Kembali: Gubernur Maluku Sentuh Hati Pengungsi Hunuth dengan Pesan Damai

oleh -70 views

TIFAMALUKU. COM – Di tengah duka yang mendalam akibat konflik yang melanda Hunuth-Durian Patah, setitik harapan muncul bersama kedatangan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dan Wakil Gubernur, Abdullah Vanath, di pengungsian Desa Poka pada Rabu, 20 Agustus 2025.

Kunjungan ini bukan sekadar ungkapan simpati, tetapi juga jaminan bahwa negara hadir untuk membalut luka dan meringankan beban warganya.

Tragedi yang dipicu oleh tawuran pelajar ini telah merenggut kedamaian, menghancurkan 35 rumah dan bangunan, serta memaksa 498 jiwa mengungsi. Respons cepat dari Pemerintah Provinsi Maluku dengan menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari adalah bukti nyata komitmen untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

“Pemerintah hadir di sini, bukan hanya sebagai penguasa, tetapi sebagai keluarga yang merasakan duka ibu bapak semua,” ujar Juru Bicara Pemprov Maluku, Kasrul Selang, dengan nada penuh kehangatan.

Sinergi antara Pemprov Maluku, Pemerintah Kota Ambon, TNI-Polri, dan berbagai elemen masyarakat sipil menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para pengungsi. Tim trauma healing dari RSKD Nania diterjunkan ke empat titik pengungsian, menyiratkan pemahaman mendalam bahwa pemulihan psikologis sama pentingnya dengan pembangunan fisik.

“Membangun kembali rumah memang penting, tetapi memulihkan rasa aman dan menghilangkan trauma warga adalah prioritas utama,” tegas Gubernur Lewerissa dengan tatapan penuh kepedulian.

Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan kepada para Raja Negeri, tokoh adat, tokoh agama, serta relawan yang telah bergerak cepat membantu sesama. Gubernur juga mengajak Forkopimda untuk segera merumuskan langkah-langkah perdamaian permanen, agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

Sebagai penutup, Gubernur Lewerissa menyampaikan pesan yang menyentuh hati: “Mari kita bersabar, saling mendukung, dan menyerahkan segala peristiwa ini ke dalam tangan Tuhan. Kita bangun kembali kekuatan orang basudara, karena dengan baku sayang, Maluku pasti pulih.”

Di balik keterbatasan dan tantangan yang ada, semangat untuk bangkit kembali mulai membara di hati para pengungsi. Mereka menantikan hadirnya kembali kedamaian sejati di bumi Raja-Raja, tempat di mana baku sayang menjadi fondasi utama kehidupan bersama. (TM-708) 

Tentang Penulis: tifamaluku

Gambar Gravatar
Nama Lengkap : Ongen Lekipiouw, S. Sis Jabatan : Pimpinan Perusahaan/Redaksi Alamat : Jalan Dr Kayadoe Kudamati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.