“Katong Samua Basudara”: Gubernur Maluku Serukan Kedamaian Setelah Insiden di Simpang Hunut

oleh -61 views

TIFA MALUKU. COM – Di tanah Maluku yang kaya akan sejarah dan budaya, perdamaian adalah fondasi utama kehidupan bersama. Namun, awan kelabu sempat menghampiri Simpang Hunut Durian Patah, Ambon, pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Menyikapi peristiwa ini, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dengan hati yang tulus, menyerukan kepada seluruh masyarakat Maluku untuk merajut kembali tali persaudaraan, menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif.

Insiden yang dipicu oleh tawuran antar pelajar SMK Negeri 3 Ambon itu, berujung pada meninggalnya seorang siswa asal Hitu akibat luka tusuk. Gubernur menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban, seraya menyesalkan kejadian ini terjadi di tengah upaya pemerintah dan masyarakat membangun harmoni sosial dan semangat orang basudara.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk menahan diri, tidak terpancing provokasi, serta memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada aparat keamanan dalam menangani kasus ini,” demikian pernyataan Gubernur, disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang.

Gubernur juga mendorong peran aktif para Raja Negeri, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh komponen warga untuk membantu menciptakan suasana yang sejuk, serta mencegah adanya aksi balas dendam maupun mobilisasi massa.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengunggah dan menyebarluaskan gambar maupun video kerusuhan yang berpotensi memperburuk keadaan. “Gunakan media sosial secara arif dan bijaksana, serta hentikan penyebaran konten provokatif,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen dalam penegakan hukum, Gubernur menginstruksikan aparat kepolisian agar segera menangkap dan memproses oknum pelaku penusukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan. Semua pelaku harus diproses secara hukum supaya ada rasa keadilan bagi korban dan menjadi pembelajaran bagi kita bersama,” sambungnya.

Kronologis Kejadian:

– Awal Mula: Tawuran antar pelajar SMK Negeri 3 Ambon mengakibatkan seorang siswa asal Hitu meninggal dunia karena luka tusuk.

– Reaksi Warga: Kabar duka ini memicu kemarahan warga Hitu yang kemudian menyerang dan membakar rumah warga Desa Hunut.

– Tindakan Cepat: Aparat keamanan Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah segera turun ke lokasi kejadian untuk mengendalikan situasi.

– Kondisi Terkini: Situasi di TKP sudah bisa dikendalikan. Aparat keamanan masih mengantisipasi warga di TKP yang marah dan aksi susulan warga Hitu setelah pemakaman korban.

Pengendalian di Lapangan:

– Karoops

– Kapolresta

– Dan Sat Brimobda

– Dirbinmas

Kekuatan Personel:

– Sat Brimobda: 150 personel

– Dit Samapta: 73 personel

– Polresta: 100 personel

– Dit Krimum: 6 personel

– Dit Binmas: 10 personel

– Total: 340 personel

Dukungan Eksternal:

– KODIM: 2 SST

– Walikota Ambon & Staf

– Mobil Pemadam Kebakaran : 3 Unit

Mengakhiri imbauan, Gubernur menyampaikan pesan perdamaian yang menyentuh hati, “Mari katong semua jaga Maluku sebagai rumah bersama. Baku sayang lebih kuat daripada baku lawan. Baku gandeng, baku kele demi Maluku pung bae.” (TM-708) 

 

Tentang Penulis: tifamaluku

Gambar Gravatar
Nama Lengkap : Ongen Lekipiouw, S. Sis Jabatan : Pimpinan Perusahaan/Redaksi Alamat : Jalan Dr Kayadoe Kudamati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.