TIFAMALUKU.COM – Gubernur, Hendrik Lewerissa, S.H., L.LLM, menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Kepala Daerah untuk membahas serta meminta masukan berbagai hal dalam rangka proses pembangunan Maluku.
Ada beberapa topik yang diperbincangkan pada pertemuan yang dirangkai dalam coffee morning yang berlangsung di lantai 2 kantor Gubernur, Selasa (22/04/2025). Hadir Kapolda Irjen Pol Eddy Sumitro, Pangdam XV Pattimura Mayor Jenderal TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Kajati Agoes Soenanto Prasetyo, Kepala BIN Kolonel Pas Harys Soeryo Mahendro, Danlanud, Danlantamal, DPRD hingga unsur perguruan tinggi dari Rektor Universitas Pattimura Fredy Leiwakabessy.
Usai pertemuan, Gubernur kepada awak media mengatakan sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, mempunyai tanggung jawab untuk mengkoordinasikan semua urusan pemerintahan di Maluku.
“Saya memandang perlu dan penting untuk senantiasai berkoordinasi dengan Forkopimda. Tentu dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah, tidak bisa berjalan sendiri, sehingga kami menyadari dukungan ini penting. Dalam rangka itu, tentu saja kegiatan silaturahmi, yang bertujuan mempererat tali silaturahmi harus dilakukan,”ujarnya.
Menurut Gubernur, ada beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan, termasuk peluang, tantangan dan harapan yang dihadapi sebagai kepala daerah di Maluku, yang membutuhkan kerjasama semua pihak. Mulai dari bidang ekonomi, implikasi langsung dari perang dagang Amerika dan Tingkok, sehingga berpengaruh terhadap aktifitas pertumbuhan ekonomi.
Hal lainnya, berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat terkait efisiensi anggaran. Dimana telah dilakukan langkah-langkah untuk penyesuaian dengan berbagai cara dan upaya penyesuaian. Sehingga diharapkan masyarakat juga bisa memahami situasi saat ini. Terpenting pemerintah tidak tinggal diam dan pro aktif mengambil langkah-langkah berdasarkan pertimbangan yang matang, sebagai langkah antisipasi dan solusi untuk kepentingan pembangunan dan pelayanan masyarakat di Maluku.
Hadirnya juga DPRD, kata Lewerissa merupakan dukungan dari lembaga legislatif, sebagai unsur penyelenggara pemerintah provinsi bersama Gubernur dan semua stakeholder TNI dan Polri, untuk bahu-membahu menyikapi persoalan, termasuk masalah stabilitas keamanan yang di hadapi.
“Gejolak riak ini memang harus disikapi. Tapi kami mengetahui betul bahwa, sehingga saya berterima kasih kepada masyarakat kita, bahwa telah mempercayakan masalah perselisihan, perbedaan pendapat, konflik dan sengketa itu sesuai mekanisme hukum yang ada di NKRI,”ucapnya.
Ia juga meminta dukungan Panglima TNI, Kapolda dan Kajati serta berbagai pihak yang terkait dengan penegakan hukum, supaya masyarakat bisa merasakan sungguh-sungguh kehadiran negara, pemerintah dalam situasi yang di hadapi.
Terlepas hal tersebut, ia menghimbau kepada seluruh masyarakat, untuk bergandeng tangan menjaga keamanan, srrta stabilitas keamanan dan politik di Maluku. Sebab, hanya lewat kondisi yang stabil, aman dan kondusif, investasi bisa masuk di Maluku.
“Kita berupaya untuk menggerakan roda pertumbuhan ekonomi, sebab sangat sulit bagi Investor untuk menanamkan modal di Maluku, kalau situasi tidak akan dan stabil,”ajaknya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di Maluku, untuk melakukan apa yang terbaik, yang bisa dipersembahkan “Par Maluku Pung Bae” untuk kepentingan Maluku, dengan cara menjaga keamanan stabilitas, lingkungan keluarga, tetangga bahkan di lingkungan masyarakat
“Kalau toh apapun masalahnya, baik yang bersifat perdata maupun pidana, mari kita tempuh jalur hukum. Kita pastikan negara hadir, begitu juga lembaga lainnya akan bekerja sebagaimana yang diharapkan masyarakat,”tandas Gubernur. (TM-08)








