TIFAMALUKU.COM, AMBON – Sepak bola di Maluku bukan lagi sekadar milik kaum laki-laki. Antusiasme luar biasa ditunjukkan kaum perempuan lewat penyelenggaraan Turnamen Gawang Mini Putri yang digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Ambon. Sebanyak 52 tim dari berbagai wilayah berbondong-bondong mendaftar, membuktikan bahwa gairah terhadap olahraga kulit bundar ini tumbuh subur di setiap lapisan masyarakat.
Menggelar pertandingan di Lapangan Gawang Mini Hative Kecil, Desa Galala, ajang ini resmi dibuka oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, pada Kamis (28/05/2026). Turnamen ini memperebutkan Piala Bergilir Pemerintah Kota Ambon dan menjadi bukti nyata semangat kebersamaan warga.
Dalam sambutannya saat membuka acara, Bodewin Wattimena menegaskan bahwa tujuan utama even ini jauh melampaui pencarian juara semata.
“Setiap kegiatan olahraga yang kita selenggarakan, intinya bukan hanya untuk mencari pemenang, melainkan mempererat persatuan dan kesatuan, serta menjalin hubungan harmonis antarwarga Kota Ambon,” ujarnya.
Ia memuji langkah KORMI Ambon yang dinilainya sangat tepat dan positif dalam membangun rasa kebersamaan, terlepas dari segala perbedaan yang ada di tengah masyarakat. Nilai-nilai persatuan itulah yang menjadi jiwa dari semangat “Katong Bersama, Katong Par Ambon, Ambon Par Samua”.
“Bayangkan, ada 52 tim yang ikut serta. Mereka datang dari Ambon, Seram Bagian Barat, hingga Saparua. Ini tanda nyata bahwa masyarakat Maluku memiliki naluri sepak bola yang sangat besar, dan hal ini kini juga dimiliki oleh kaum perempuan,” ungkap Wattimena dengan bangga.
Wali Kota berharap ajang ini menjadi bibit awal lahirnya atlet-atlet andal dari bumi Maluku yang mampu bersaing di kancah nasional hingga internasional.
“Bakat ini harus terus kita pupuk dan kembangkan, agar suatu saat dari tanah Ambon ini lahir pemain-pemain bola perempuan kebanggaan daerah dan bangsa,” tambahnya.
Di akhir arahannya, Wattimena mengingatkan seluruh peserta, pelatih, dan panitia untuk senantiasa menjunjung tinggi sportivitas. Ia berpesan agar persatuan yang telah terbangun tidak boleh dicederai oleh perselisihan kecil. “Jika ada hal yang kurang berkenan, selesaikan dengan kepala dingin dan kekeluargaan. Mari kita jaga kebersamaan ini demi kemajuan olahraga dan keharmonisan Kota Ambon,” tegasnya. (TM-OL)








