Maluku Lumbung Pangan Masa Depan: Dari Asta Cita Prabowo, Hingga Kearifan Lokal yang Mendunia

oleh -42 views

“Di Bumi Rempah, Asa Swasembada Bersemi: Sinergi Nasional dan Inovasi Daerah Pacu Pertanian Maluku Menuju Kejayaan”

TIFA MALUKU. COM – Peringatan HUT RI ke-80 tahun 2025 bukan sekadar perayaan kemerdekaan, melainkan momentum krusial bagi pembangunan pertanian Indonesia. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, cita-cita swasembada pangan tahun 2025 melalui Asta Cita ke-2 bukan lagi sekadar mimpi, melainkan target yang dikejar dengan kerja keras dan inovasi. Data menggembirakan dari BPS menunjukkan peningkatan produksi beras nasional sebesar 14,49% pada periode Januari-Juli 2025, memperkuat stok beras nasional hingga mencapai 4 juta ton, rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Provinsi Maluku, di bawah komando visioner Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath, turut mengambil peran sentral dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Komitmen ini tercermin dalam target Luas Tambah Tanam (LTT) Padi yang ambisius, dengan realisasi mencapai 73,4% pada periode Januari-Juli 2025.

Namun, bagi Maluku, swasembada pangan bukan hanya tentang padi. Gubernur Hendrik Lewerissa dengan cerdas mengangkat potensi pangan lokal berbasis kearifan lokal, seperti sagu, ubi kayu, jagung, dan hotong. Dalam pencanangan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Salagor, Seram Bagian Timur, beliau mengusulkan hilirisasi sagu di Maluku sebagai Prioritas Strategis Nasional (PSN), sebuah langkah visioner untuk mengangkat derajat pangan lokal ke panggung nasional.

Dinas Pertanian Provinsi Maluku bergerak cepat menindaklanjuti arahan tersebut melalui serangkaian kebijakan dan program strategis, antara lain:

1. Penataan dan pengembangan tanaman sagu sebagai pangan pokok unggulan Maluku berbasis kearifan lokal.

2. Hilirisasi sagu menjadi “beras sagu” untuk mendukung ketahanan dan kemandirian pangan daerah.

3. Konservasi sumber daya hutan sagu, menjaga keseimbangan ekosistem dan sumber daya air untuk pembangunan berkelanjutan.

4. Pengelolaan dan penataan hutan sagu berbasis partisipasi masyarakat.

5. Membangun kemitraan dengan pelaku usaha dalam mendukung agroindustri sagu.

6. Meningkatkan nilai tambah sagu.

7. Mendorong pemanfaatan limbah sagu sebagai pakan ternak dan sumber bio energi.

Selaras dengan Sapta Cita Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku dalam RPJMD 2025-2029, Dinas Pertanian Provinsi Maluku terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi inklusif melalui hilirisasi komoditas unggulan, pemberian insentif bagi UMKM, membuka aksesibilitas pasar, dan mengurangi disparitas antar wilayah.

Meskipun di tengah efisiensi anggaran, Dinas Pertanian Provinsi Maluku telah melaksanakan sejumlah kegiatan strategis pada tahun 2025, antara lain:

1. Peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi dan Jagung. Pelaksanaan panen dan tanam padi Gogo varitas inpago 13 Fortiz di Negeri Makariki, Maluku Tengah, serta penanaman Padi Gogo di Kota Ambon berkolaborasi dengan Kodim 1504 Ambon dan Kementerian Pertanian.

2. Pengendalian Inflasi Pangan melalui Gerakan Sekolah Menanam, pencanangan Gerakan Tanam cabai serempak Bersama 11 Kabupaten/Kota, serta peresmian Digital Farming berkolaborasi dengan Bank Indonesia Perwakilan Maluku.

3. Pemberdayaan petani melalui bantuan sarana produksi, pelatihan, dan pendampingan.

4. Membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk TNI, POLRI, Bulog, TP PKK, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, PT. Rajawali Nusindo, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, BRIN, Universitas Pattimura, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Ambon, NGO Econusa, Bank Himbara, Pupuk Indonesia, BPS, dan media pers.

5. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman, pencegahan dan pengendalian rabies, perlindungan sumber daya hayati, serta penanaman Kopi asli Seram Timur jenis Liberika.

6. Peningkatan daya saing melalui usulan hilirisasi komoditi pertanian (sagu, kelapa, ubi kayu, buru hotong, ayam petelur dan ayam pedaging).

7. Membentuk Fasilitator Keuangan Mitra Tani (FKMT) di 11 Kabupaten/Kota untuk mendorong peningkatan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani.

Maluku memiliki potensi luar biasa untuk menjadi lumbung pangan masa depan Indonesia. Dengan sinergi antara kebijakan nasional, inovasi daerah, dan kearifan lokal, kita dapat mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjadikan Maluku sebagai contoh sukses pembangunan pertanian yang inklusif dan berdaya saing. (TM-08) 

Tentang Penulis: tifamaluku

Gambar Gravatar
Nama Lengkap : Ongen Lekipiouw, S. Sis Jabatan : Pimpinan Perusahaan/Redaksi Alamat : Jalan Dr Kayadoe Kudamati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.