TIFAMALUKU. COM, – Angin kemajuan bergulir deras dari bumi Seribu Pulau! Misi Dagang dan Investasi tahun 2025 antara Pemerintah Provinsi Maluku dan Jawa Timur menorehkan cap sejarah yang mengagumkan, realisasi transaksi melesat hingga Rp 442,9 miliar!

Bukan sekadar angka yang menggelegar, ini adalah bukti kongkrit bahwa kolaborasi strategis mampu menyembuhkan “luka” logistik yang selama ini menjerat pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia.
“Ini bukan hanya pertukaran barang sesaat, melainkan fondasi kokoh untuk membangun ekosistem kerja sama berkelanjutan sesuai target RPJMD Maluku 2025-2030 dalam meningkatkan ekspor non-migas,” tulis Kepala Dinas Perindag Maluku, Yahya Kotta dalam rilisnya kepada redaksi, Senin (02-1/2026).
Keberhasilan ini menjadi terobosan revolusioner bagi daerah yang sering dianggap “terpencil”. Maluku, dengan khazanah sumber daya alamnya yang melimpah, kini memiliki jalan distribusi yang pasti untuk menjembatani produk lokal dengan industri pengolahan kelas dunia di Jawa Timur.

Data dari Dinas Perindag Maluku mencatat total nilai transaksi penjualan dan pembelian mencapai Rp 442.968.302.927 – setara dengan 89% dari target awal Rp 494,59 miliar!
Yang lebih mengesankan, penjualan produk Maluku ke Jawa Timur mencapai Rp 292,88 miliar (85% dari target), sementara pembelian dari Jawa Timur ke Maluku menunjukkan performa sempurna dengan realisasi 100% atau Rp 150,09 miliar.

“Ini bukan kebetulan – produk unggulan Maluku punya daya saing yang tak terbantahkan di pasar besar Jawa Timur!” tegas Yahya Kotta dengan bangga.
Siapa Jagoannya? Inilah Perusahaan yang Bikin Bangga Maluku!

Yahya Kotta mengangkat nama-nama pelaku usaha yang menjadi tulang punggung kemajuan ini. PT. WLI & CV. NAFINDO mencatatkan prestasi menggelegar dengan realisasi penjualan Rp 201,68 miliar, bahkan melampaui ekspektasi awal hingga 201,68%!
Tak hanya itu, beberapa pelaku usaha lainnya juga menunjukkan performa memukau:
– PT. Antoni Dobo: Rp 32,5 miliar (90,28% target)
– Koperasi Wailo Wanalestari: Rp 21,3 miliar (69,07% target)
– PD. Panca Karya: Rp 21,07 miliar (46,83% target)
“Perusahaan-perusahaan ini adalah pahlawan ekonomi yang membawa nama baik Maluku menjulang tinggi!” seru Kadis Perindag.
Kadis Perindag menekankan bahwa misi dagang ini adalah jawaban nyata untuk mengatasi dua tantangan utama Maluku: biaya logistik yang mahal dan akses pasar yang terbatas bagi UMKM. Kini, bahan baku unggulan seperti produk perikanan dan rumput laut Maluku punya jalur distribusi yang lebih efisien menuju industri pengolahan di Jawa Timur.
“Dengan melibatkan 144 pelaku usaha dari Maluku dan 100 dari Jawa Timur, kerja sama ini diharapkan jadi model bagi daerah lain di Indonesia Timur untuk menggerakkan ekonomi yang inklusif dan merata,” jelasnya.
Prestasi gemilang ini membuktikan bahwa dengan sinergi dan inovasi, Maluku mampu mengubah tantangan menjadi peluang. Misi Dagang Maluku-Jatim 2025 bukan hanya catatan angka di kertas, melainkan inspirasi bahwa daerah timur tak lagi “terlupakan” melainkan mutiara Indonesia yang siap bersinar di kancah dunia! (TM – OL/INDAG)












