Komitmen Teguh, Progres Bendungan Way Apu di Maluku Capai Hampir 80%

oleh -31 views

TIFA MALUKU. COM, BURU – Harapan baru bagi Maluku semakin menguat dengan kemajuan signifikan pembangunan Bendungan Way Apu. Pada Senin (11/8/2025), Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, langsung meninjau lokasi proyek strategis ini di Kabupaten Buru, menegaskan keseriusan pemerintah dalam memastikan proyek nasional ini berjalan lancar dan rampung sesuai target.

Didampingi jajaran pemerintah daerah dan Balai Wilayah Sungai Maluku, Vanath melaporkan langsung perkembangan kepada Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. “Kami pastikan bahwa meski terkendala cuaca hujan tinggi, progres pembangunan tetap berjalan sesuai rencana,” tegasnya.

Proyek ini menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari proses AMDAL yang masih berjalan di Kementerian Lingkungan Hidup hingga perizinan alih fungsi hutan dan pendanaan lanjutan. Namun, Vanath yakin semua hambatan tersebut dapat diatasi dengan komitmen bersama.

Bupati Buru, Ikram Umasugi, juga optimis bahwa kendala pembebasan lahan untuk bendung suplesi dapat diselesaikan melalui koordinasi dengan pemangku adat setempat. “Kami berdoa bersama agar semuanya berjalan lancar dan mendukung percepatan proyek ini,” ujar Ikram.

Data Kementerian PUPR per 1 Juli menunjukkan progres fisik Bendungan Way Apu telah mencapai 79,8%. Target penyelesaian konstruksi utama pada 2026 akan diikuti dengan pembangunan jaringan irigasi untuk segera memanfaatkan potensi air bagi ribuan hektar sawah petani Maluku.

Bendungan setinggi 69 meter ini tidak hanya akan menyediakan air irigasi seluas 10.562 hektar, namun juga pasokan air baku untuk kebutuhan masyarakat, pengendalian banjir, pembangkit listrik berkapasitas 8 MW, serta potensi wisata air yang mendukung perekonomian daerah.

Saat ini, lanjut Bupati Ikram berbagai pekerjaan konstruksi Bendungan Way Apu terus berlangsung, meliputi penimbunan main cofferdam dan main dam, drilling dan grouting untuk memperkuat struktur inti, pembetonan spillway, perkuatan tebing, pembangunan saluran pengarah, groundsill, penimbunan backfill, serta konstruksi tower intake, jembatan, rumah katup, proteksi lereng, dan rigid pavement jalan utama.

Proyek yang dimulai sejak 2017 ini tersebar di dua kecamatan, Waelata dan Lolong Guba, dan terbagi menjadi dua paket. Paket 1, konstruksi bendungan utama oleh PT PP (Persero) Tbk – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (KSO), senilai Rp 1,11 triliun. Paket 2, konstruksi bendungan pelimpah oleh PT Hutama Karya (Persero) – PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (KSO), senilai Rp 1,04 triliun.

Bendungan Way Apu memiliki tinggi 69 meter, lebar puncak 12 meter, panjang 490 meter, luas genangan 273,79 hektar, dan kapasitas tampung 50,05 juta meter kubik.

Manfaat bendungan ini sangat luas, seperti penyediaan air irigasi untuk 10.562 hektar sawah, pasokan air baku 0,205 m³/detik untuk kebutuhan domestik, pengurangan risiko banjir hingga 394 m³/detik, pembangkit listrik berkapasitas 8 MW yang mampu menyuplai listrik untuk sekitar 8.750 rumah berdaya 900 watt, serta potensi destinasi wisata air dan alam yang dapat mendongkrak perekonomian daerah.

Dengan progres yang hampir mencapai 80%, pemerintah daerah dan provinsi berkomitmen menyelesaikan proyek ini tepat waktu agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (TM-08) 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang Penulis: tifamaluku

Gambar Gravatar
Nama Lengkap : Ongen Lekipiouw, S. Sis Jabatan : Pimpinan Perusahaan/Redaksi Alamat : Jalan Dr Kayadoe Kudamati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.