TIFAMALUKU. COM – Ibarat seperti memandang dunia melalui kacamata berwarna, di mana semua yang dilihat seolah-olah memiliki warna yang sama atau sesuai dengan warna kacamata tersebut.
Perumpamaan ini mengambarkan seseorang yang berpikir tidak objektif cenderung hanya melihat suatu hal dari sudut pandang pribadinya, tanpa mempertimbangkan fakta atau perspektif lain yang mungkin ada. Seperti halnya pernyataan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) versi Bung Arman Kalean yang menyoroti kebijakan Gubernur, Hendrik Lewerissa, SH., LLM, yang dianggap tidak objektif.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC-GMNI) Ambon, M. Nasir menilai, pernyataan Arman hanya didasarkan pada opini, perasaan, atau preferensi pribadi, bukan berdasarkan fakta atau bukti yang terverifikasi.
“Ini berbeda dengan kritik objektif yang memberikan umpan balik berdasarkan data dan analisis yang tidak bias,”ungkap Nasir kepada wartawan, Minggu (22/6/2025).
Ketidak objektifan kritik KNPI, menurut Nasir cenderung mengabaikan fungsi strategi. Gubernur, Hendrik Lewerissa saat ini menunjukkan bahwa kerja Membangun Maluku bukan sekadar simbolis, tetapi sebagai titik tolak menuju perubahan nyata di Maluku.
Apalagi tantangan ke depan masih besar, namun komitmen dan arah kebijakan yang diambil memberi harapan baru bagi masyarakat di Bumi Raja-Raja sekaligus sebagai simbol budaya Maluku perlu di lestarikan dengan baik. Apalagi KNPI sebagai pemuda harus berpikir secara visioner, dan inovatif untuk menjawab tantangan zaman, serta memberikan suptasi Ide Cemerlang Terhadap Pemerintah Provinsi Maluku, demi Kepentingan Masyakarat Maluku ke depan.
“Jangan sekadar mengkritik dan membuat opini publik, untuk menyarang Gubernur Maluku tanpa meninjau kembali. Saat ini Pak Gubernur lagi fokus membangun provinsi ini dengan pendekatan yang terukur, progresif, dan berpihak pada rakyat,” ujarnya.
Menurutnya, di awal memimpin negeri para raja-raja ini, walaupun diperhadapkan dengan tantangan terbesar untuk memperkuat ekonomi daerah, melalui optimalisasi sumber daya alam dan pengembangan potensi lokal. Termasuk kualitas pendidikan dan kesehatan, yang menjadi fondasi utama dalam pembentukan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing, demi menunjang tugas dan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal.
Gubernur telah membuat terobosan, sebagai bukti komitmen pribadi Gubernur yang menurutnya, telah menghadirkan beberapa Kementrian Negara turun langsung ke Maluku, serta perjuangan berbagai program baik itu, infrastruktur, serta berbagai bidang lainnya.
Upaya tersebut merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Provinsi Maluku dalam menata ulang tata kelola aset daerah dengan baik. “Ini menunjukkan Gubernur benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat Maluku, bukan gaya hidup,” ucapnya.
Nasir mengimbau organisasi kepemudaan agar tidak terjebak dalam kritik sempit soal anggaran/Infrastruktur, tetapi mendukung langkah Gubernur dalam mengoptimalkan kembali untuk memperbaiki kepimpinan yang selama ini mangkrak.
“Kita harus bijak membedakan mana kepentingan rakyat, mana sekadar sentimen politik. Kalau bangun Maluku butuh ide, pendapat, kerja Keras, kerja sama. Bukan kritikan yang tidak objektif. Maka kita pastikan kebijakan Gubernur bisa membawa Maluku sesuai arah atau rencana ke depan untuk kepentingan masyarakat Maluku inilah adalah langkah efisien dan tepat,” pungkasnya. (TM-08)









