Penyelesaian Masalah Konflik Kariuw Lewerissa : Ini Masalah Kemanusiaan Yang Harus Diselesaikan

oleh -32 views

Tifa Maluku.Com – Anggota DPRD Provinsi Maluku, Johan Johanis Lewerissa kembali meminta Pemerintah Daerah Provinsi Maluku agar serius dan tegas menyelesaikan masalah Kariuw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Hal ini dikarenakan hampir tiga bulan berlalu belum ada kejelasan penyelesaian masalah Kariuw.

“Ini sudah tiga bulan loh, belum ada kejelasan bagaimana nasib masyarakat kariu, saya kira pemerintah daerah harus tegas dan serius,” ujar Lewerissa dalam rilisnya kepada redaksi Tifa Maluku.Com Selasa (31/5/2022).

Anggota Fraksi Gerindra ini menegaskan masalah Kariuw adalah masalah kemanusian sehingga harus segera diselesaikan.

“Saya ingin tegaskan ya, ini bukan soal kariuw. Tetapi ini soal kemanusiaan. Kebetulan saja ini terjadi pada desa Kariuw, tetapi yang paling penting adalah ini soal kemanusiaan,” tegasnya.

Berkaitan dengan masalah kondisi pengungsian masyarakat Kariuw yang sangat memprihatinkan saat ini, Lewerissa mengatakan hal ini juga harus menjadi perhatian serius.

“Sangat miris kalau melihat kondisi tempat pengungsian masyarakat Kariu hari ini. Bayangkan kalau hujan tempatnya terendam, belum lagi bahaya penyakit bagi masyarakat,” sesalnya.

Selain itu, dirinya juga meminta agar aparat keamanan lebih melakukan tindakan yang lebih pro aktif agar tindakan provokatif yang terjadi dapat segera diatasi.

“Saya kira aparat keamanan baik Polri dan TNI juga harus lebih pro aktif. Tindakan provokatif yang terjadi selama ini harus tegas diselesaikan, sehingga masyarakat juga bisa merasa nyaman dan tenang,” serunya.

Oleh karena itu, Lewerissa komunikasi lintas kelembagaan harus dilaksanakan agar masalah ini segera dituntaskan.

“Pemerintah baik provinsi maupun kabupaten Maluku Tengah juga harus duduk bersama, dan bukan hanya sebatas wacana dan rekomendasi yang dikeluarkan. Tetapi harus ada aksi nyata. Supaya masyarakat bisa merasakan bahwa negara hadir tengah kondisi masyarakat,” ucapnya.

Dirinya juga berharap agar masyarakat Karou dan juga masyarakat Pelauw dan Ori agar dapat menahan diri dan menghindari langkah provokatif yang dilakukan agar hidup damai orang basudara dapat kembali dirajut, tutupnya. (TM-05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.