“Emas Hijau” Maluku: Pemerintah Pacu Pelepasan Cengkeh Hutan, Petani Siap Meraup Berkah!

oleh -87 views

TIFA MALUKU. COM – Di Maluku, “emas hijau” bukan hanya kiasan. Ia adalah cengkeh hutan, warisan alam yang menyimpan potensi kesejahteraan bagi ribuan petani. Pemerintah Provinsi Maluku tak tinggal diam.

Dengan semangat membara, mereka mempercepat pelepasan varietas cengkeh Raja (Syzygium obtusifolium L), sebuah langkah revolusioner untuk memenuhi kebutuhan bibit unggul di Kabupaten Seram Bagian Barat dan Pulau Ambon. Ini bukan sekadar pelestarian, ini adalah janji kemakmuran!

Sebagai bukti keseriusan, rapat penting digelar di Kantor Dinas Pertanian Provinsi Maluku pada Rabu, 20 Agustus 2025. Hadir para tokoh kunci yang siap mengawal “emas hijau” Maluku, di antaranya:

1. Dr. Ir. Ilyas Marzuki

2. Dr. Ilham Tauda

3. Dr. Kardiyono

4. Ir. B. G. Louhenapessy, M. Si

5. M. M. Hehanussa, M. Si

6. Ramayanti Padang, S. P

7. Sanadjibansa Lessy, S. P

8. Wartje Wanda, S. P

9. Ibrahim Tuharea, S. Ag & Jhon. A. H. Wattimena, S. Hut.

Rapat ini menindaklanjuti surat Direktur Perbenihan Perkebunan selaku Ketua Tim Penilai Varietas Tanaman Perkebunan Nomor B-129/KB.010/E.21/2025, tertanggal 14 Januari 2025, tentang rencana sidang pelepasan varietas. Tim pusat yang melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) terdiri dari:

1. Prof.(R) Dr. Nurliani Bermawie: Peneliti Ahli Utama dari Balai Riset Inovasi Nasional (BRIN)

2. Fajar Hufail, SP., MM.: PBT Ahli Madya/Ketua Tim Kerja Penilaian dan Pengawasan Varietas Direktorat Jenderal Perkebunan

3. Ir. Patar Hotma Rotua: PBT Ahli Muda Dirjenbun.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dr. Ilham Tauda, M.Si, menjelaskan bahwa Maluku telah memasuki tahap Monev oleh Tim PVT Ditjenbun, yang dijadwalkan pada Agustus 2025. Sidang Pelepasan Varietas PVT Ditjenbun akan dilaksanakan pada Oktober 2025.

“Seluruh tahapan telah direncanakan dengan rinci, mulai dari penyusunan dokumen usulan pelepasan, observasi lapangan, uji BUSS, hingga pengiriman dokumen usulan ke Ditjenbun Kementan,” jelasnya.

Pelepasan varietas cengkeh hutan Maluku diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bibit unggul. Cengkeh hutan memiliki nilai komersial tinggi dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan petani. Dua lokasi utama yang menjadi fokus pengembangan cengkeh hutan di Maluku adalah:

1. Kabupaten Seram Bagian Barat: Desa Latu (4 Ha) dan Desa Hualoy (2,5 Ha)

2. Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon: Dusun Talaga Kodok, Desa Hitu (1,5 Ha).

Kadis Pertanian Provinsi Maluku, Dr. Ilham Tauda menambahkan bahwa cengkeh (Syzygium aromaticum) memiliki berbagai jenis dengan karakteristik unik. Cengkeh hutan memiliki perbedaan mencolok dibandingkan jenis lainnya, seperti cengkeh Tuni. Perbedaan tersebut meliputi pohon yang lebih kekar, daun yang lebih lebar dan tebal, tajuk yang silindris, serta ukuran bunga dan buah yang lebih besar.

Keunikan lainnya terletak pada cara panennya. Jika pada cengkeh jenis lain pemanenan dilakukan dengan mengikat dahan, maka pada cengkeh hutan, pemanenan dilakukan dengan memotong ranting yang berbunga. Cara ini justru meningkatkan produktivitas tanaman di musim panen berikutnya. Selain itu, cengkeh hutan juga lebih tahan terhadap hama dan penyakit, serta kayunya diminati karena tahan terhadap serangan rayap.

Harga jual cengkeh hutan pun semakin meningkat. Dari yang semula kurang dihargai, kini harganya mencapai sekitar Rp. 62.000,- per kilogram kering, atau Rp. 15.000,- per kilogram basah. Dengan potensi produksi mencapai 150 kg basah per pohon, petani semakin tertarik untuk membudidayakan cengkeh jenis ini.

Dengan langkah percepatan ini, Pemerintah Provinsi Maluku membuktikan komitmennya untuk menyejahterakan petani dan melestarikan “emas hijau” Maluku. Cengkeh hutan bukan hanya sekadar tanaman, melainkan simbol harapan dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat Maluku. Mari kita kawal bersama agar “emas hijau” ini terus bersinar dan memberikan berkah bagi generasi mendatang! (TM-708)

Tentang Penulis: tifamaluku

Gambar Gravatar
Nama Lengkap : Ongen Lekipiouw, S. Sis Jabatan : Pimpinan Perusahaan/Redaksi Alamat : Jalan Dr Kayadoe Kudamati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.