TIFA MALUKU. COM, 26 MEI 2026 – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku merilis pantauan harga bahan pokok di 11 kabupaten/kota se-Maluku per Selasa (26/5/2026). Secara umum, harga kebutuhan pokok harian bergerak relatif stabil, namun sejumlah komoditas seperti cabai, daging sapi, dan bawang merah masih tercatat tinggi di beberapa daerah.
Pemantauan harga ini dilakukan di pasar-pasar utama seluruh wilayah Maluku, mencakup Maluku Tengah (Malteng), Ambon, Tual, Malra, KKT, Buru, SBT, SBB, Aru, MBD, hingga Buru Selatan (Bursel). Berikut rincian lengkap pergerakan harga yang menjadi acuan warga se-Maluku:
Beras: Stabil, Ambon & SBB Termurah
Untuk kebutuhan pokok utama, harga beras Premium rata-rata berada di angka Rp17.000 – Rp20.000 per liter/kg.
– Termurah: Kota Ambon dan SBB hanya Rp17.000
– Tertinggi: Tual & Malra tembus Rp20.000
Sementara beras Medium jauh lebih terjangkau, dengan harga terendah di SBB (Rp15.000) dan tertinggi di MBD (Rp17.500). Kondisi ini menunjukkan pasokan beras dari gudang logistik dan jalur distribusi antar pulau masih berjalan baik.
Cabai & Bawang: Masih Mahal, Wilayah Kepulauan Tembus Rp120 Ribu
Komoditas bumbu dapur kembali menjadi komoditas dengan harga paling fluktuatif dan tertinggi.
– Cabai Keriting: Rata-rata Rp40.000 – Rp96.667. Harga tertinggi terjadi di Aru dan MBD yang sama-sama menyentuh Rp106.667/kg. Bahkan di KKT harganya tembus Rp100.000/kg.
– Cabai Rawit: Paling mahal ada di Aru & MBD, melonjak hingga Rp120.000/kg. Wilayah seperti Buru dan Malteng masih relatif aman di kisaran Rp40.000–Rp48.333.
– Bawang Merah: Harga rata-rata Rp45.000 – Rp60.000. Paling tinggi di Bursel (Rp58.333) dan KKT (Rp60.000). SBB menjadi daerah dengan harga paling murah, yaitu Rp45.000/kg.
– Bawang Putih: Kisaran Rp38.000 – Rp55.000. Harga tertinggi di KKT, sedangkan Tual paling murah di Rp36.666/kg.
Alasan kenaikan: Harga tinggi di wilayah kepulauan (Aru, Tual, MBD, KKT) disebabkan biaya pengiriman yang lebih mahal dan ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Sayuran Hijau: Bervariasi, Aru & MBD Paling Mahal
Sayuran seperti Kangkung dan Sawi sangat dipengaruhi musim dan ketersediaan lahan pertanian lokal.
– Kangkung: Harga paling murah di SBB (Rp5.000) dan SBT (Rp7.000). Paling mahal di Aru mencapai Rp25.000/ikat, jauh di atas rata-rata Ambon (Rp15.000) & Malteng (Rp10.000).
– Sawi: Polanya mirip, Aru termahal (Rp35.000), SBB & SBT paling murah (Rp5.000–Rp7.000).
– Tomat: Kisaran Rp10.000 – Rp40.000. Harga paling mahal di KKT (Rp40.000), sedangkan Buru paling murah (Rp10.000)
Telur & Minyak Goreng: Aman, Cukup Terjangkau
– Minyak Goreng: Sangat stabil di sebagian besar wilayah seharga Rp15.700/liter. Kenaikan hanya terjadi di wilayah terluar seperti Aru (Rp21.900), MBD (Rp20.000), dan Bursel (Rp20.667).
– Telur Ayam: Rata-rata Rp32.000 – Rp48.000. Harga termahal di KKT (Rp48.000), sedangkan Malteng paling murah (Rp32.000/kg).
Protein: Ikan Murah, Daging Sapi Masih Langka & Mahal
Ini perbedaan paling menarik di Maluku: Ikan murah, Daging Sapi sangat mahal.
– Ikan Tongkol: Harga sangat bersahabat. Ambon & Bursel hanya Rp20.000/kg. Paling mahal di Buru (Rp50.000) dan SBT (Rp30.000).
– Ayam Potong: Stabil di kisaran Rp45.000 – Rp55.000. Relatif merata di seluruh kabupaten/kota.
– Daging Sapi: Menjadi komoditas paling mahal dan tidak tersedia di beberapa daerah.
Harga Tertinggi: Malra (Rp167.500), Aru & Tual (Rp150.000)
Paling Murah: Ambon (Rp130.000). Tidak Tersedia: KKT, Buru, dan SBB saat pemantauan tidak memiliki stok/data harga.
Dinas Perindustrian & Perdagangan Provinsi Maluku, dalam pentingnya mengatakan, wilayah Ambon, SBB, dan Malteng umumnya memiliki harga paling murah & stabil karena jadi pusat distribusi.
Sementara di wilayah Kepulauan Terluar (Aru, MBD, KKT, Tual) hampir pasti memiliki harga lebih tinggi 20–40% karena biaya angkut dan logistik.
Harga cabai & daging sapi masih menjadi beban pengeluaran terbesar warga saat ini.
Olehnya itu, Disperindag Maluku mengimbau masyarakat untuk bijak berbelanja dan pedagang menjual sesuai harga pasar yang wajar, serta memastikan ketersediaan stok aman menjelang hari besar atau perubahan musim. (TM-OL)









