TIFA MALUKU. COM – Di tengah dinamika pembangunan yang terus bergerak, Dinas Pertanian Maluku, di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Ilham Tauda, mengambil langkah strategis untuk menata arah sektor pertanian. Bukan sekadar memenuhi target sesaat, tetapi lebih jauh, merespons tantangan zaman dan mewujudkan kesejahteraan petani.
Pada tanggal 2 September 2025, Dinas Pertanian Maluku menggelar forum penting yang mempertemukan para Kepala Bidang dan Kepala UPTD. Agenda utama adalah memantapkan Rencana Strategis (Renstra), sebuah cetak biru yang akan menjadi panduan pembangunan pertanian Maluku selama lima tahun ke depan.
Ilham Tauda menekankan bahwa penyusunan Renstra harus berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 86 Tahun 2017, yang mengatur tata cara perencanaan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan daerah.
“Renstra OPD adalah bagian tak terpisahkan dari perencanaan pembangunan, berjalan seiring dengan penyusunan RPJMD. Begitu RPJMD ditetapkan, Renstra OPD harus segera dituntaskan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ilham menjelaskan bahwa Renstra Dinas Pertanian adalah penjabaran dari Asta Cita Presiden dan visi Gubernur-Wakil Gubernur Maluku, serta tujuh misi strategis Sapta Cita Pembangunan Maluku yang tertuang dalam RPJMD. Dengan demikian, Renstra ini menjadi instrumen untuk mewujudkan visi pembangunan yang lebih besar.
Fokus pada Kesejahteraan Petani dan Hilirisasi
Dua indikator utama yang menjadi tolok ukur kinerja sektor pertanian adalah Nilai Tukar Petani (NTP) dan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Ilham Tauda menyoroti penurunan NTP dalam tiga bulan terakhir sebagai sinyal yang perlu diwaspadai.
“Kita harus bekerja keras untuk meningkatkan NTP, yang tidak hanya bergantung pada produksi pertanian, tetapi juga pada pola konsumsi dan biaya produksi petani,” ujarnya.
Dalam Renstra, Dinas Pertanian Maluku akan berkontribusi pada dua agenda besar pembangunan nasional: swasembada pangan dan hilirisasi. Gubernur Maluku tengah berupaya memasukkan sagu Maluku sebagai program hilirisasi pangan strategis nasional. Selain sagu, komoditas lokal lain seperti kelapa dan rumput laut juga akan didorong untuk pengembangan industri hilir.
Inovasi dan Adaptasi terhadap Perubahan Iklim
Ilham Tauda menekankan pentingnya inovasi di semua bidang dan UPTD. Dinas Pertanian Maluku menargetkan untuk menghasilkan minimal 20 inovasi dalam lima tahun ke depan. Selain itu, perubahan iklim dan berkurangnya tenaga kerja produktif di sektor pertanian menjadi tantangan yang harus diatasi dengan mekanisasi pertanian modern dan digital farming.
Penguatan SDM petani, termasuk petani milenial, wanita tani, dan penyuluh, juga menjadi prioritas. Kemitraan strategis dengan berbagai pihak, seperti TNI-Polri, Bulog, BI, OJK, perguruan tinggi, dan media, akan dimaksimalkan untuk mendukung pelaksanaan Renstra.
Diakhir paparannya, lham Tauda menegaskan bahwa seluruh arah kebijakan Renstra Dinas Pertanian harus mengacu pada visi RPJMD Provinsi Maluku: Transformasi Maluku menuju Maluku yang maju, adil, dan sejahtera.
“Kita tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi lebih dari itu, memastikan petani kita sejahtera, industri hilir tumbuh, dan kemiskinan di desa-desa pertanian berkurang. Renstra ini adalah komitmen kita untuk mewujudkan pertanian Maluku yang gemilang,” tutupnya dengan penuh keyakinan. (TM-708)








