“Lebih dari sekadar jabatan, seorang pejabat publik adalah teladan etika. Insiden ‘terlelap’ di Maluku menjadi cermin, mengingatkan kita bahwa tanggung jawab moral tak mengenal lelah.”
TIFA MALUKU. COM – Sebuah video singkat berdurasi 18 detik menggemparkan jagat media sosial. Dalam video tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku, Fitrah Ambon, terlihat tertidur saat menghadiri rapat penting yang dipimpin oleh Gubernur Hendrik Lewerissa bersama Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung. Insiden ini sontak memicu berbagai reaksi dari masyarakat.
Menanggapi kehebohan tersebut, Fitrah Ambon dengan tulus menyampaikan permohonan maafnya.
“Pertama-tama, saya ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur, Bapak Wakil Gubernur, Bapak Sekretaris Daerah, dan seluruh masyarakat Maluku atas viralnya video tersebut. Saya sangat menyesal atas kejadian ini,” ujarnya di ruang kerjanya, Selasa (26/8).
Fitrah menjelaskan bahwa kehadirannya dalam forum tersebut dalam kondisi yang kurang prima. Padatnya jadwal dinas, mulai dari mendampingi Wakil Gubernur bertemu investor hingga mengikuti kegiatan paguyuban seharian, membuatnya kelelahan. Belum lagi perjalanan malam yang melelahkan. Namun, ia memaksakan diri untuk hadir karena rapat tersebut membahas isu penting terkait Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi perhatian DPD RI.
“Saya menyadari bahwa tindakan saya tidak dapat dibenarkan. Meskipun dalam kondisi tertidur, saya berusaha menyimak setiap poin yang disampaikan, terutama arahan Bapak Gubernur mengenai pentingnya kualitas Koperasi Desa Merah Putih,” tambahnya.
Insiden ini menjadi sorotan tajam, terutama terkait etika seorang pejabat publik. Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang etika PNS mengatur dengan jelas tentang sikap dan perilaku yang harus dijaga oleh seorang ASN. Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh aparatur negara untuk senantiasa menjaga profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas.
Fitrah Ambon sekali lagi menyampaikan permohonan maafnya. “Sebagai manusia biasa, saya tidak luput dari kesalahan. Saya berharap masyarakat dapat memaafkan saya dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri,” tutupnya dengan nada penuh penyesalan.
“Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, bahwa menjaga kesehatan dan stamina sangat penting dalam menjalankan tugas negara. Selain itu, etika dan profesionalisme harus senantiasa menjadi landasan dalam setiap tindakan seorang pejabat publik”. (TM-708)








