Anggota Dewan Minta Polda Bongkar Seluruh Jaringan dan Dalang di Balik Zulham Waliuru Alis Center Maluku  

oleh -48 views

TIFA MALUKU.COM, – Kedamaian yang telah menjadi anugerah berharga bagi tanah Maluku ternyata masih saja diganggu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sosok Zulham Waliuru yang dikenal publik dengan nama samaran “Center Maluku” akhirnya berhasil diamankan oleh jajaran Polda Maluku. Ia ditetapkan sebagai tersangka atas serangkaian tindakan yang meresahkan, mulai dari penyebaran berita bohong, pencemaran nama baik, ujaran kebencian, hingga menjadi biang kerok narasi-narasi berbau SARA yang sengaja dibangun untuk memecah belah persaudaraan masyarakat.

 

Penangkapan ini bukan sekadar mengamankan satu orang, melainkan menjadi pintu awal untuk membongkar fakta-fakta besar yang selama ini tersembunyi. Pasalnya, banyak pihak menilai bahwa apa yang dilakukan Zulham bukanlah perbuatan pribadi semata, melainkan bagian dari skema yang lebih besar yang mengedepankan kepentingan tertentu di atas kedamaian bersama.

Saudah : Usut Tuntas, Bongkar Seluruh Jaringan

 

Menyikapi keberhasilan aparat kepolisian ini, Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi Partai Gerindra, Saudah Tuankotta Tethool, SH menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Namun, ia juga memberikan catatan penting agar penyelidikan tidak berhenti sampai di sini.

 

Menurut politisi yang menjabat selama dua periode ini (2019–2024 dan 2024–2029), ada hal yang lebih penting untuk diungkapkan, yaitu siapa sesungguhnya yang berada di balik layar.

 

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolda dan seluruh jajaran. Gerak cepat dan ketelitian Bapak/Ibu aparat telah memulihkan rasa aman masyarakat. Namun sebagai wakil rakyat, saya meminta agar penyelidikan ini digali lebih dalam. Kita harus membongkar otak intelektual, para dalang, hingga pihak yang mendanai segala aksinya ini,” tegas Saudah saat dihubungi melalui telepon seluler, kemarin.

 

Ia menjelaskan, dari pola penyebaran informasi yang dilakukan, terlihat jelas bahwa semua narasi yang disebarkan bukanlah hasil pemikiran sembarangan. Isinya terstruktur, ditujukan untuk menghancurkan nama baik Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, dan dengan sengaja memainkan isu SARA yang sangat sensitif di bumi Maluku.

 

“Ini bukan keisengan biasa. Saya menduga kuat aksinya ini ditunggangi kepentingan politik atau ekonomi tertentu. Mereka rela mengorbankan kedamaian ribuan jiwa hanya demi mencapai tujuan pribadi atau kelompoknya. Oleh karena itu, semua harus terang benderang. Siapa yang menyusun naskah, siapa yang membiayai, dan siapa yang memerintahkan, semuanya harus dipertanggungjawabkan di depan hukum,” tambahnya.

 

Saudah juga mengingatkan seluruh masyarakat bahwa kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional, namun hak itu memiliki batas tegas.

 

“Boleh saja berpendapat, boleh saja mengkritik pemerintah. Tapi ingat, kritik itu harus membangun, bukan menghancurkan. Jangan sampai ruang kebebasan yang diberikan negara disalahgunakan menjadi alat untuk menyebarkan kebohongan, memfitnah pemimpin, dan mengadu domba saudara sebangsa dan setanah air. Itu sudah bukan lagi berpendapat, melainkan tindakan kriminal yang merusak masa depan daerah kita,” ujarnya dengan tegas.

 

Senada, Anggota DPRD Buru: Semua Ada Tujuan Tersembunyi

 

Hal senada disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Buru dari Fraksi Gerindra, Rustam Fadly Tukuboya, SH. Baginya, serangan yang terus-menerus ditujukan kepada Gubernur Maluku bukanlah kebetulan, melainkan memiliki arah dan sasaran yang jelas.

 

“Saya sepakat bahwa kasus ini harus diusut sampai ke akar-akarnya. Tidak mungkin seseorang bertindak seganas dan seaktif itu tanpa ada yang menggerakkan di belakangnya. Ada kepentingan yang dikantongi, ada tujuan yang ingin dicapai dengan cara yang kotor ini,” ungkap Tukuboya.

 

Ia menegaskan bahwa dengan membongkar seluruh jaringan ini, masyarakat akan mendapatkan keadilan sekaligus pembelajaran berharga.

 

“Tangkap semua yang terlibat, proses hukum secara adil. Dengan begitu, pesan akan tersampaikan kepada seluruh elemen masyarakat: bahwa di Maluku, kedamaian adalah harga mati. Barang siapa yang berani menebar benih perpecahan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya, hukum akan menindak dengan tegas tanpa pandang bulu,” pungkasnya. (TM-OL)

Tentang Penulis: tifamaluku

Gambar Gravatar
Nama Lengkap : Ongen Lekipiouw, S. Sis Jabatan : Pimpinan Perusahaan/Redaksi Alamat : Jalan Dr Kayadoe Kudamati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.