TIFA MALUKU.COM, – Penjabat Wali Kota Ambon Dominggus N. Kaya meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Ambon setempat untuk bekerja optimal guna mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok jelang Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijriah.
Penegasan itu disampaikan Pj Wali Kota saat membuka Rapat Koordinasi TPID Kota Ambon yang berlangsung di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota Ambon, Kamis (13/2/2025).
Rakor ini bertujuan untuk mengoptimalkan aspek 4K dalam pengendalian inflasi, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
Menurut Pj. Wali Kota Ambon, Dominggus N. menjelaskan, rakor yang dihadiri pimpinan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku, menjadi agenda rutin yang dilakukan menjelang hari-hari besar keagamaan.
“Rakor ini merupakan agenda rutin menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang dapat dijangkau,” kata Pj. Wali Kota Ambon, Dominggus N. Kaya.
menurutnya, TPID Kota Ambon membutuhkan masukan dari semua pihak untuk memastikan ketersediaan stok dan keterjangkauan harga barang kebutuhan pokok.
Menurut Kaya, antisipasi, monitoring serta koordinasi dilaksanakan secara bersama Tim TPID, sehingga diharapkan saat Puasa maupun Idul Fitri nanti, masyarakat dapat menikmati bapok dengan baik tanpa ada lonjakan harga.
Ditempat yang sama Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku, Mohamad Latif yang turut hadir dalam Rakor tersebut, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon melalui Tim TPID setempat.
“Rakor ini merupakan langkah strategis ketika melakukan antisipasi, monitoring kebutuhan bahan pokok di pasaran. Walaupun demikian, kita juga harus tetap menjaga keseimbangan antara produsen dan konsumen,” ungkap Latif.
Muhammad Latif mengakui upaya intervensi harga komoditi yang dilakukan Pemkot Ambon telah membuahkan hasil signifikan. Namun, dia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan neraca perdagangan antara produsen dan konsumen.
Dirinya berharap, melalui Rakor dapat dipantau ketersediaan stok serta terbangun komunikasi yang efektif diantara semua pihak.
Berdasarkan laporan para distributor, ketersediaan stok komoditi seperti beras, minyak goreng, terigu, gula pasir, bawang merah, ayam dan cabe masih dalam posisi aman. (TM-08)








