TIFA MALUKU. COM, – Kamis, 21 Mei 2026 – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku kembali merilis data pemantauan harga kebutuhan pokok di 11 Kabupaten/Kota se-Maluku untuk periode Kamis, 21 Mei 2026. Data terbaru ini menunjukkan bahwa harga beras cenderung stabil, namun fluktuasi harga yang tajam masih terjadi pada kelompok bumbu dapur, cabai, serta beberapa komoditas pangan lainnya, dengan selisih harga yang sangat lebar antar satu daerah dengan daerah lainnya.
Berdasarkan data yang dipublikasikan, harga beras premium bergerak stabil di kisaran Rp17.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Harga terendah tercatat di Kota Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) sebesar Rp17.000/kg, sedangkan harga tertinggi ada di Kabupaten Tual dan Maluku Tenggara (Malra) yang sama-sama dibanderol Rp20.000/kg. Sementara itu, beras medium dijual paling murah di Ambon seharga Rp14.000/kg, dan harga tertinggi berada di wilayah Kepulauan Kei (KKT) sebesar Rp18.000/kg.
Kenaikan harga yang cukup signifikan masih terlihat pada kelompok bumbu dapur. Bawang merah memiliki rentang harga antara Rp40.000/kg di Buru hingga mencapai puncaknya di KKT sebesar Rp60.000/kg. Begitu juga dengan bawang putih, harga termurah ada di wilayah Maluku Tengah (Malteng) sebesar Rp38.667/kg, sementara harga tertinggi tetap dipegang oleh KKT dengan angka Rp55.000/kg.
Untuk komoditas cabai, tekanan harga masih sangat tinggi di beberapa wilayah. Cabai keriting melonjak tajam hingga Rp126.666/kg di Kabupaten Aru, disusul KKT seharga Rp100.000/kg, dan Malra di angka Rp96.666/kg. Sementara cabai rawit menjadi komoditas dengan selisih harga terbesar; di Malteng harganya hanya Rp20.000/kg, namun melonjak drastis hingga Rp126.666/kg di Malra, Rp123.333/kg di Aru, dan Rp120.000/kg di KKT. Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan ketersediaan pasokan yang sangat mencolok di masing-masing daerah.
Pada kebutuhan dasar lainnya, minyak goreng (Minyakita) rata-rata dijual Rp15.700/kg di banyak wilayah, namun melonjak tinggi di KKT menjadi Rp23.000/kg, Rp22.000/kg di Seram Bagian Timur (SBT), serta Rp21.900 dan Rp21.333 di Aru dan Buru Selatan (Bursel).
Kelompok sayuran juga menunjukkan variasi harga yang menarik. Kangkung dan sawi paling murah didapatkan di SBB seharga Rp5.000 dan Rp8.000 per ikat, sementara di wilayah Aru harganya naik hingga Rp30.000 dan Rp25.000. Harga tomat bervariasi dari Rp18.000/kg di Malteng hingga Rp40.000/kg di KKT.
Untuk kebutuhan protein, telur ayam dijual termahal di KKT sebesar Rp48.000/kg dan termurah di Malteng Rp32.000/kg. Ikan tongkol memiliki rentang harga dari Rp20.000/kg di Ambon hingga Rp41.667/kg di Tual. Harga daging ayam relatif stabil di kisaran Rp45.000 – Rp55.000/kg, sedangkan daging sapi tetap menjadi yang termahal di Malra sebesar Rp167.500/kg. (TM-OL)








