Tifa Maluku. Com – Di jantung Maluku, sebuah pertemuan penting berlangsung di tengah semangat pembangunan. Gubernur Maluku, Bapak Hendrik Lewerissa, SH., LL.M., dengan hangat menyambut jajaran pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Maluku periode 2025-2029. Lebih dari sekadar silaturahmi, pertemuan ini adalah langkah strategis untuk mewujudkan visi mulia, “Maluku Pung Bae”.
Ketua GP Ansor Maluku, H. Ridwan Nurdin, S.Si., M.Kes, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi NasDem DPRD Provinsi Maluku, bersama Sekretaris Wilayah Ismiran Ingratubun dan jajaran pengurus lainnya hadir dalam dialog terbuka tersebut. Hadir pula Ketua Cabang GP Ansor Kabupaten Buru, Supriono, beserta pengurus daerah.
Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, menyatakan bahwa pemerintah memandang GP Ansor sebagai mitra strategis dalam pembangunan Maluku. Sebagai organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, meningkatkan toleransi, serta mendorong pembangunan sosial-ekonomi masyarakat.
Dalam diskusi tersebut, beberapa isu utama dibahas, termasuk pengembangan literasi digital dan penggunaan media sosial. GP Ansor menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam membina digitalisasi agar generasi muda dapat memanfaatkan media sosial secara produktif dan edukatif serta menghindari dampak negatif yang mungkin timbul.
Selain itu, GP Ansor menyampaikan rencana pendirian Badan Usaha Milik “Ansar”, yang akan melibatkan pemuda sebagai pelaku ekonomi produktif. Program ini bertujuan membuka lapangan kerja baru dan menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Tak hanya itu, GP Ansor Cabang Kabupaten Buru juga melaporkan telah membuka lahan pertanian seluas lima hektar untuk budidaya jagung di kawasan Wae Apo. Inisiatif ini merupakan dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan yang digagas pemerintah pusat dan daerah.
Pemerintah Provinsi Maluku menilai langkah GP Ansor tersebut sejalan dengan visi misi “Sapta Cipta LAWAMENA” yang diusung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku. Dalam visi tersebut terdapat sejumlah prioritas strategis, antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pemberdayaan pemuda; pengurangan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja produktif; ketahanan pangan berbasis potensi lokal; serta penguatan kemitraan antar lembaga dan organisasi masyarakat. Keseluruhan prioritas ini merupakan implementasi nyata dari Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, di tingkat daerah.
“Bapak Gubernur menilai peran organisasi seperti GP Ansor sangat penting dalam memperluas jangkauan program pemerintah. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri; sinergi yang kuat dari seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan,” ujar Kasrul.
Gubernur juga menegaskan komitmen untuk terus merawat kemajemukan, mengajak seluruh pihak, khususnya generasi muda, untuk fokus pada persamaan dalam membangun “Maluku Pung Bae” dan tidak terjebak pada perbedaan.
“Pemerintah ini terbuka. Gubernur, Wakil Gubernur, bahkan seluruh birokrasi tidak anti-kritik. Justru kami menghargai masukan konstruktif demi kemajuan daerah,” kata Kasrul menirukan arahan Gubernur.
Pada kesempatan yang sama, GP Ansor secara resmi mengundang Gubernur untuk menghadiri pelantikan kepengurusan mereka yang dijadwalkan pada akhir Oktober 2025 dan akan dihadiri oleh Pengurus Pusat GP Ansor.
Menurut Kasrul, menanggapi hal tersebut, Gubernur menyatakan akan berusaha hadir, selama tidak ada agenda kenegaraan yang bersifat prioritas.
Pertemuan ini menjadi fondasi awal bagi rangkaian kolaborasi jangka panjang antara GP Ansor dan Pemerintah Provinsi Maluku. Sinergi yang terjalin diharapkan dapat menjadi teladan bagi organisasi kepemudaan lainnya dalam berkontribusi aktif membangun daerah.
“Kami ingin menjadikan Maluku sebagai rumah bersama, tempat yang layak bagi semua. Hal ini hanya bisa terwujud jika kita membangun bersama dalam semangat kolaborasi dan saling percaya,” tutup Kasrul. (TM-08)








