LEIHITU, MALTENG, TIFA MALUKU. com – “Janji adalah janji, dan rakyat Maluku layak mendapatkan tempat tinggal yang layak!” Begitu semangat yang menggerakkan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa untuk merealisasikan pembangunan kembali rumah-rumah warga yang terbakar akibat konflik antar negeri Hitu Messing dan Morela. Melalui Program “Manggurebe Biking Bae Rumah” tahun anggaran 2026, pemerintah provinsi kini telah mulai memberikan harapan baru bagi 10 keluarga korban di Desa Hitu Lama dan Negeri Hitu Messing, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.
Penyerahan bahan bangunan tahap awal – antara lain pasir, semen, dan besi – dilakukan oleh Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PRKP) Provinsi Maluku, Soulisa Nurlita, didampingi jajaran serta didukung oleh Raja Negeri Hitu Messing, Ali Slamet, bersama unsur TNI-Polri pada Jumat (13/3/2026). Bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen pemerintah untuk menangani dampak bencana sosial tidak hanya sebatas kata-kata.
Dari total 10 unit rumah yang akan dibangun dan diperbaiki, 8 unit mengalami kerusakan berat dengan bantuan senilai Rp50 juta per rumah bagi penerima seperti Thaher Slamat, Salma Slamat, Nurlandi, Saiful Anggoda, Ju Uen, Abdullah Slamat (Hitu Messing), dan Dayano Wailusi (Hitu Lama). Sementara itu, dua rumah dengan kerusakan ringan milik Hamin Slamat dan Antori Masela (Hitu Messing) juga akan mendapatkan dukungan penuh.
“Material pertama sudah kami serahkan untuk memulai pekerjaan. Kami berharap besok sudah ada aktivitas di lapangan agar warga tidak terlalu lama menunggu tempat tinggal yang layak,” jelas Soulisa Nurlita.
Raja Negeri Hitu Messing, Ali Slamat, dengan penuh emosi menyampaikan apresiasi kepada Gubernur dan jajaran Dinas PRKP. “Atas nama seluruh masyarakat korban, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Bantuan ini bukan hanya membangun rumah, tetapi juga merawat hati dan memperkuat rasa persaudaraan kita,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya rekonsiliasi antar negeri agar konflik tidak terulang dan anggaran bisa difokuskan untuk kemajuan bersama.
Salah satu penerima bantuan, Nurlandi, tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. “Saya akan langsung mulai membangun – akhirnya keluarga saya punya tempat untuk kembali berkumpul dengan damai,” katanya. Begitu juga dengan Thaher Slamat (70 tahun), yang berharap bantuan ini dapat berlanjut hingga pembangunan selesai.
Bantuan pembangunan rumah ini bukan hanya tentang memperbaiki atap dan dinding – ia adalah tonggak penting dalam pemulihan sosial dan penyegaran tali persaudaraan di wilayah Hitu Messing dan Morela. Gubernur Hendrik Lewerissa telah menunjukkan bahwa kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang menjaga janji dan selalu berada di sisi rakyat yang membutuhkan. Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan membangun Maluku yang lebih baik, di mana setiap warga merasa dihargai dan terlindungi! (TM – OL)










