Gereja Lyawa Soru Diresmikan, Gubernur: Ini Terang yang Tak Akan Padam”

oleh -11 views

TANIMBAR, TIFA MALUKU. COM – Di ujung selatan Maluku, di negeri yang diliputi debur ombak dan nyanyian angin timur, berdirilah sebuah rumah suci yang lahir dari sabar dan doa. Namanya “Lyawan Soru” terang bagi semua orang. Bukan sekadar gedung, tetapi nyala harapan yang memancar dari Watidal, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menyinari tanah leluhur dengan iman dan cinta.

 

Setelah menunggu selama 18 tahun 7 bulan, waktu yang cukup untuk menumbuhkan generasi, jemaat GPM Watidal akhirnya menyaksikan mimpi mereka menjelma nyata. Di hari Minggu, 27 Juli 2025, langit Tanimbar menjadi saksi sukacita umat. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, memimpin peresmian rumah ibadah itu bersama Ketua MPH Sinode GPM, Pdt. Elifas Tomix Maspaitella, dan Sekretaris Umum MPH, Pdt. S.I. Sapulette.

 

Gedung itu tak biasa. Mimbarnya berbentuk perahu, simbol perjalanan, dan pengharapan. Seolah berkata bahwa iman adalah bahtera yang membawa manusia melintasi badai zaman menuju pelabuhan damai.

 

Turut hadir dalam momen penuh makna ini, Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar dr. Juliana Chatarina Ratuanak, Ketua DPRD Richie Laurens Anggito, para anggota legislatif, Dandim 1507 Letkol Kav Kiswanto Yudha Kurniawan, Kapolres AKBP Ayani, Anggota DPD RI Bisri Aq Siddiq Latuconsina, dan para pimpinan OPD dari Provinsi Maluku, Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Roberth M. S. Tomasoa; Kepala Biro Pemerintah Setda Maluku, Boy Kaya; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Melkias Lohy; dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Maluku, Fibra Breemer, yang menyatu dalam harmoni syukur dan puji.

 

Dalam sambutannya, Gubernur Lewerissa menyebut bahwa pembangunan gedung Gereja “Lyawan Soru” bukan hanya kerja fisik, melainkan perjuangan rohani yang mengakar dalam falsafah luhur Duan Lolat. Falsafah orang Tanimbar yang menekankan keseimbangan antara manusia, Tuhan, sesama, dan alam.

 

“Setiap tetes keringat, setiap rupiah, dan setiap doa adalah fondasi spiritual yang menopang bangunan ini,” ujar Gubernur dengan mata berbinar.

Ia sadar, membangun rumah ibadah di tanah kepulauan bukan perkara mudah. Biaya mahal, akses sulit, tetapi jemaat tetap berdiri, tetap setia. Maka, terbangunlah “Lyawan Soru”, bukan hanya sebagai bangunan megah, tetapi monumen kesetiaan.

 

Mengutip Matius 5:16, Gubernur berkata bahwa Gereja “Lyawan Soru” harus menjadi terang, bukan hanya di dalam gereja, tetapi bagi keluarga yang terpecah, mereka yang miskin dan tersisih, serta hati-hati yang kehilangan arah.

 

“Gereja ini bukan menara gading. Ia harus menjadi payung kasih, tempat orang berlindung, dan rumah pengharapan yang menjangkau seluruh Tanimbar,”tegasnya.

 

Dalam semangat “Transformasi Menuju Maluku Yang Maju, Adil dan Sejahtera”, Gubernur menyerukan kolaborasi antara Gereja dan Pemerintah. Gereja tidak boleh berjalan sendiri. Ia harus berdiri sebagai mitra dalam membangun manusia, memberantas kemiskinan, serta menebarkan nilai-nilai kasih dan keadilan sosial.

Lewerissa pun tak lupa menyampaikan terima kasih mendalam kepada MPH Sinode GPM, Pemerintah Kabupaten dan DPRD Kepulauan Tanimbar, MPK Tanimbar Utara, para Pendeta, panitia, dan para donatur yang telah memberi bagian terbaik dari hidup mereka untuk rumah Tuhan ini.

 

Gereja “Lyawan Soru” kini berdiri. Bukan hanya sebagai bangunan, tapi sebagai sajak iman yang ditulis dengan air mata, kerja keras, dan kasih yang tak mengenal lelah. Dan seperti terang yang tak bisa disembunyikan di bawah terang itu kini memancar, melintasi lautan, menembus batas desa, dan menyentuh hati banyak orang. Terang yang hidup, Terang bagi semua umat. (TM-08) 

Tentang Penulis: tifamaluku

Gambar Gravatar
Nama Lengkap : Ongen Lekipiouw, S. Sis Jabatan : Pimpinan Perusahaan/Redaksi Alamat : Jalan Dr Kayadoe Kudamati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.