Dinas Pertanian Maluku & TNI Bersinergi Wujudkan Swasembada Pangan di Ambon

oleh -26 views

Tifa Maluku, Ambon, 31 Juli 2025 – Sinergi antara TNI, Kementerian Pertanian, dan Pemerintah Provinsi Maluku semakin nyata dengan penanaman padi gogo di Dusun Airlouw, Desa Nusaniwe, Ambon. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan kedaulatan dan swasembada pangan di Maluku.

“Kegiatan ini tidak hanya sekadar seremoni, melainkan bagian dari kerja nyata yang melibatkan lintas sektor dan birokrasi demi ketahanan pangan yang berkelanjutan, “ ungkap pelaksana Tugas Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Dr. Abdul Roni Angkat dalam sambutannya.

Ia menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, dan petani merupakan kunci keberhasilan program ketahanan pangan.

“Kalau pemerintah pusat, daerah, TNI, dan petani bersatu, kita bisa mengguncang dunia,” ujar Abdul Roni dengan penuh semangat.

Ditempat yang sama, Wakil Walikota Ambon, Ely Toisutta mengatakan Pemkot Ambon sangat mendukung penuh kegiatan Tanam Perdana Padi Gogo di dusun Airlow, Negeri Nusaniwe yang melibatkan kelompok tani Jemaat GMP Kayeli .

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat untuk memperkuat ketahanan pangan di Maluku khususnya di wilayah Kota Ambon sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

“Kami berharap dari proses tanam Perdana Padi Gogo ini, akan memberikan hasil yang memuaskan dan dapat dinikmati oleh para petani di Dusun Airlow, Negeri Nusaniwe. Semoga Dusun Airlow menjadi lokomotif pengembangan Padi Gogo di Kota Ambon dalam mewujudkan serta sebagai bentuk semangat bersama dalam mendukung ketahanan pangan di kota ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Maluku, Ilham Tauda, mengungkapkan bahwa penanaman padi gogo merupakan inisiatif Dandim 1504/Ambon yang didukung oleh para Danramil, Babinsa, serta masyarakat Jemaat GPM Kayeli, termasuk Ibu Pendeta dan seluruh anggota kelompok tani.

“Karena itu, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat kolaborasi luar biasa ini. Dalam waktu sangat singkat, kurang lebih dua minggu, hari ini kita bisa mewujudkan inisiatif ini secara nyata,” ujarnya.

Ilham Tauda melaporkan bahwa target luas tanam padi Provinsi Maluku dari Januari hingga Juli 2025 sebesar 15.260 hektar. Sampai akhir Juli, realisasi mencapai 14.135 hektar atau 73,4 persen. Secara rinci, padi sawah dari target 13.044 hektar telah terealisasi 10.849 hektar (83,17 persen), sedangkan padi gogo dari target 6.232 hektar telah terealisasi 3.337 hektar (54 persen). Khusus per 31 Juli 2025, dari target padi gogo seluas 2.874 hektar, telah terealisasi 1.516 hektar atau 52,86 persen.

“Maluku lima tahun belakangan masuk dalam zona merah, kini berubah menjadi kuning, menunjukkan kemajuan signifikan,” tambahnya.

Ia juga melaporkan adanya penyerapan beras oleh Kanwil Bulog Maluku Utara yang sangat antusias menjalin kolaborasi. Hingga Juli 2025, dari target 800 ton beras untuk wilayah Maluku, telah diserap sebanyak 1.299 ton atau 156 persen dari target.

Dandim 1504/Ambon Letkol Infanteri Hari Sandra membuktikan bahwa kepemimpinan yang bergerak cepat dapat menghasilkan perubahan signifikan. Ia menugaskan seluruh Koramil untuk menyiapkan minimal dua hektar lahan, dan dalam waktu seminggu, kelompok tani terbentuk, lahan disiapkan, serta bibit didatangkan langsung ditanam hari ini.

“Kami tidak menunggu sempurna. Kami bertindak cepat. Kalau tidak dipaksa, kita tidak akan bergerak,” ujarnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa dukungan alat mesin pertanian (alsintan), pupuk subsidi, dan rice milling skala kecil sangat dibutuhkan untuk menopang keberlanjutan produksi ke depan.

Lebih dari sekadar tanam-menanam, kegiatan ini memberikan ruang belajar bagi petani lokal. Rudi Ririmase, perwakilan kelompok tani, menyampaikan rasa terima kasih atas pelatihan dan dukungan yang diterima.

“Kami jadi tahu cara tanam sampai olah hasil panen. Ini bukan Cuma bantuan, tapi bekal masa depan,” katanya.

Di tengah ancaman krisis pangan global, kerja sama lintas sektor ini menjadi teladan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar retorika. Dari ladang kecil di Ambon, pemerintah pusat, daerah, TNI, dan petani menunjukkan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah-langkah kecil.

Bukan sekadar menanam padi, mereka sedang menanam harapan. Harapan bahwa suatu hari, Maluku tak hanya cukup pangan, tapi menjadi lumbung bagi bangsa. (TM-08) 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang Penulis: tifamaluku

Gambar Gravatar
Nama Lengkap : Ongen Lekipiouw, S. Sis Jabatan : Pimpinan Perusahaan/Redaksi Alamat : Jalan Dr Kayadoe Kudamati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.