TIFAMALUKU. COM – Jika dibandingkan dengan era sebelumnya, di kepemimpinan Pieter Saimima selaku Direktur Utama, Perumdam Tirta Yapono terlihat semakin sehat, maju dan berkembang dengan baik.
Perkembangan perusahaan yang sebelumnya bernama Perusahaan Daerah Air Minum Kota Ambon (PADM) itu, dibuktikan dengan capaian yang telah berhasil ditorehkan Saimima dalam memimpin aset Pemerintah Kota.
Baru setahun menjabat sejak dilantik Maret 2024, ia telah membuat terobosan, baik dalam meningkatkan pendapatan, Sumber Daya Manusia (SDM)/tenaga kerja, hingga memberikan pelayanan yang terbaik, dalam hal pemenuhan kebutuhan air bersih kepada masyarakat kota Ambon.
Sekedar tahu, sejak beroperasi tahun 1980 hingga saat ini Perumdam Tirta Yapono mempunyai pelanggan berjumlah 14.324. Terdiri dari 9.757 pelanggan aktif dan 4.567 pelanggan non aktif. Tersebar di sejumlah wilayah pelayanan mencakup, kecamatan Nusaniwe mulai dari Negeri Amahusu, Kelurahan Nusaniwe, Kelurahan Benteng, Kelurahan Kudamati, Kelurahan Wainitu, Kelurahan Mangga Dua, Kelurahan Waihaong, Kelurahan Seilale, Kelurahan Urimessing.
Kecamatan Sirimau, tersebar di Kelurahan Batu Meja, Kelurahan Batu Gajah, Kelurahan Ahusen, Kelurahan Honipopi, Kelurahan Uritu, Kelurahan Rijali, Negeri Batu Merah, Negeri Hative Kecil, Desa Galap. Kecamatan Teluk Ambon, meliputi Negeri Halong, Kelurahan Lateri, Negeri Passo. Kecamatan Teluk Ambon, meliputi Desa Wayame.
Keseluruhan pelanggaran mendapat suplai air bersih dari 4 sumber mata air, 14 sumber sumur dalam dan 1 sumber sungai.
Dari sisi pendapatan Perumdam Tirta Yapono, Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Ambon ini mengungkapkan mengalami peningkatan. Dari sebelumnya Rp1 miliar sampai Rp1,1 miliar per bulan, kini menjadi Rp1,5 miliar bahkan menembus Rp1,8 miliar per bulan, atau melebihi target yang ditentukan.
“Ini kenapa bisa terjadi, karena masyarakat sudah bisa merasakan manfaat dari pelayanan, masyarakat tidak komplain lagi. Kalaupun ada hanya sebagian kecil dan perbaikan dilakukan setiap hari, baik laporan langsung dari masyarakat, maupun dari pegawai, itu tidak hari dilakukan dengan target penyelesaiannya harus selesai,”ungkap Saimima kepada TifaMaluku.com, usai memantau pelaksanaan renovasi gedung hingga pelayanan masyarakat di kantor Perumda Tirta Yapono, Senin (03/05/2025).
Capaian diraih atas kerja kerasnya bersama seluruh jajaran Perumda Tirta Yapono, tentu harus ditunjang dengan fasilitas pelayanan yang baik, mulai dari gedung sebagai rumah bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia mengaku diawal menjabat, gedung dibangun sejak tahun 1980 rusak akibat konflik kemanusiaan tahun 1999, kemudian diperbaiki seadanya tahun 2012. Sayangnya kondisi gedung saat ini masih terlihat memprihatinkan, dengan kerusakan cukup lama, baik itu atap bocor, toilet rusak dan belum ada ruang pelayanan publik yang memadai.
Sebagai upaya lanjutan, pihaknya sementara ini melakukan renovasi gedung, termasuk kamar mandi dan WC, yang menjadi bagian dalam satu sistim pelayanan publik.
Pihaknya juga terus melakukan perbaikan terhadap semua jaringan, terutama jaringan-jaringan air yang rusak sejak belasan tahun. Dimana sampai saat ini telah diperbaiki kurang lebih sepanjang 4000 meter, dengan melakukan rehabilitasi jaringan pipa distribusi induk yang keropos dan bocor dengan memasang jaringan pipa induk baru yaitu pada wilayah Batu Meja, Benteng-Air Salobar dan pasar benteng, gudang arang. Melakukan pembatasan jam pengaliran air melalui pemasangan dan pengaturan kran induk pada wilayah rawan bocor dan sambungan ilegal di ASMIL OSM.
Membuka pelayanan baru yang selama ini belum menerima pelayanan air bersih di wilayah wara, gunung nona, dan taman makmur. Termasuk melakukan pengembangan jaringan pipa baru pada wilayah lorong Sekot (Kudamati atas), Pensip dan RCTI (Gunung Nona) dan di tahun ini di wilayah Halong Baru dan Passo transit atas.
“Kerusakan jaringan yang rusak sudah cukup lama dari 10 sampai 15 tahun yang lalu. Saya tidak tahu, tidak mengerti kenapa itu tidak menjadi perhatian. Kita menuntut sebuah kondisi dimana masyarakat harus membayar, tetapi kita tidak lakukan pelayanan yang baik. Ketika kita melakukan pelayanan yang baik bagi masyarakat, maka akan berdampak baik bagi perusahaan, hal ini terlihat saat ini, dengan pendapatan sekarang sudah berada sampai Rp1,8 miliar per bulan,”tutur Saimima.
Pihaknya kedepan juga akan tetap terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, sesuai harapan untuk menjadikan Perumda Tirta Yapono sebagai leading sektor, khusus di bidang air bersih.
Harapan tersebut tentu juga harus ditunjang dengan Sumber Daya Manusia (SDM)/tenaga kerja yang berkualitas dan mempunyai inovasi yang tinggi. Untuk itu, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan salah satu PDAM di Bogor, Jawa Barat dalam rangka studi tiru. Besar harapan sekembalinya pegawai dapat berinovasi, untuk adanya perubahan, dalam memberikan jawaban terhadap kebutuhan air bagi masyarakat.
“Jadi kita kirim staf ke kesana mereka lakukan study tiru disana, nanti bulan ini kita ada kirim lagi. Upaya ini dilakukan, sehingga ada inovasi baru yang mereka akan kembangkan, ketika mereka belajar disana dan dapat diimplementasikan dalam kerja di lapangan nantinya, “tandasnya.
Kenaikan tarif
Sesuai Surat Keputusan (SK) Wali Kota Ambon tahun 2024, kenaikan tarif hanya Rp1000, dari Rp5500 menjadi Rp6500, terkhususnya untuk golongan rumah tangga. Sedangkan golongan lain disesuaikan dengan kesepakatan sendiri, misalnya PT Pelindo, Pertamina, Citra Land. Mengingat tidak hanya digunakan untuk konsumsi, tetapi juga dijual, sehingga ada perbedaan nilai.
Semestinya kebijakan ini sudah harus berlaku sejak SK Wali Kota diterbitkan pada tahun 2024. Namun baru terealisasi di awal tahun 2025, dikarenakan harus melalui evaluasi, dalam hal pemenuhan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
“Kenapa belum bisa melakukan penerapan kenaikan tarif pada saat SK waktu diputuskan, kan mesti dievaluasi. Apakah betul-betul kerja kita sudah berikan pemenuhan kepada masyarakat atau tidak. Kalau menaikkan tarif itu berarti seluruh kebutuhan masyarakat air bersih terpenuhi, baru kita naikkan tarif. Saat ini pelayanan kepada masyarakat sudah dijalankan dengan baik, “pungkasnya.
Pembagian Dividen
Saat ini Perumda Tirta Yapono masih menunggu keputusan dari Pemerintah Kota Ambon, dalam hal ini Wali Kota selalu pemegang saham tunggal. Termasuk menunggu hasil pemeriksaan BPKP yang baru selesai Juni mendatang.
“Jadi kalau hasil pemeriksaan BPKP akan selesai bulan Juni misalnya. Selesai itu kita bisa mendapatkan hasil baru bisa melakukan pemberian dividen. Jadi pemberian dividen itu merupakan komitmen kami, “terang Saimima. (Tim)








