“Dari Jurang Kebangkrutan Menuju Harapan Baru: Transformasi Perumda Panca Karya di Bawah Kendali Gubernur Lewerissa”

oleh -167 views

TIFA MALUKU. COM – Perusahaan Daerah (PD) Panca Karya hampir bangkrut karena korupsi dan manajemen yang buruk. Namun, harapan muncul dengan adanya perombakan besar oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Ini adalah cerita tentang perubahan dan upaya menyelamatkan aset daerah.

Kondisi PD Panca Karya Sebelum Perombakan

Sebelum dirombak oleh Gubernur Hendrik Lewerissa, kondisi PD Panca Karya sangat memprihatinkan. Korupsi, manajemen buruk, sarana prasarana yang kurang memadai, dan sumber daya manusia yang terbatas menjadi penyebab utama masalah ini. Akibatnya, perusahaan mengalami kerugian besar dan kehilangan kepercayaan.

Penyebab Masalah PD Panca Karya

– Korupsi: Direktur Utama PD Panca Karya, Rusdy Ambon, diduga terlibat korupsi pengadaan barang bekas yang dicatat sebagai barang baru. Hal ini merugikan negara miliaran rupiah.

– Manajemen Buruk: Pengelolaan keuangan yang buruk, seperti yang ditemukan oleh Inspektorat dan BPKP, menunjukkan kurangnya tata kelola perusahaan yang baik.

– Sarana dan Prasarana yang Buruk: Kondisi sarana dan prasarana yang tidak memadai membuat pihak lain enggan bekerja sama.

– Sumber Daya Manusia (SDM) Terbatas: Kurangnya SDM yang компетентные menghambat peningkatan kinerja perusahaan.

Dampak Masalah PD Panca Karya

– Kerugian Keuangan: Korupsi menyebabkan kerugian negara sebesar Rp3,7 miliar.

– Kehilangan Kepercayaan: Kinerja dan manajemen yang buruk membuat pihak lain tidak percaya pada PD Panca Karya.

– Masalah Karyawan: Karyawan tidak mendapatkan hak-haknya, seperti gaji dan uang makan, karena kondisi perusahaan yang buruk.

Perombakan oleh Gubernur Lewerissa

Gubernur Hendrik Lewerissa mengambil tindakan dengan merombak jajaran Direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Panca Karya pada Senin, 15 September 2025. Rany Tualeka, mantan anggota DPRD Maluku Tengah, ditunjuk sebagai Direktur Utama menggantikan Rusdy Ambon. Ayu Hindun Hasanussi, mantan anggota DPRD Maluku, dipercaya sebagai Ketua Dewas.

Juru Bicara Pemprov Maluku, Kasrul Selang, membenarkan perubahan ini. Ia mengatakan bahwa Gubernur ingin memperbaiki semua struktur pengurus BUMD atau Perumda milik Pemprov, termasuk Panca Karya.

Selain Rany Tualeka, Maya Kailola ditunjuk sebagai Direktur Keuangan, dan Syarifuddin atau Ongen Goo sebagai Direktur Pemasaran dan Operasional. Dewan Pengawas juga diperluas dengan dua anggota baru, yaitu Jhony Wattimena dan Oyang Petrusz.

Dengan tim baru ini, Gubernur berharap Perumda Panca Karya dapat meningkatkan kinerjanya dalam mengelola aset Pemprov dan meningkatkan pendapatan daerah.

Perombakan ini adalah awal yang baru bagi Perumda Panca Karya. Dengan pemimpin baru dan harapan yang tinggi, perusahaan ini diharapkan dapat bangkit, mendapatkan kembali kepercayaan, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi Maluku. Ini bukan hanya tentang menyelamatkan perusahaan, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Maluku. (TM-708) 

 

 

 

 

 

 

Tentang Penulis: tifamaluku

Gambar Gravatar
Nama Lengkap : Ongen Lekipiouw, S. Sis Jabatan : Pimpinan Perusahaan/Redaksi Alamat : Jalan Dr Kayadoe Kudamati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.