“Bak ‘Diplomat’ Maritim, Gubernur Maluku ‘Curi Perhatian’ Belanda! Ada Apa dengan Proyek Raksasa MIP?  

oleh -226 views

Den Haag, [TIFAMALUKU. COM] – Di tengah gemerlap Forum Bilateral Kemaritiman Indonesia-Belanda ke-6 di Den Haag (10-12 Januari 2026), satu nama mencuri perhatian: Hendrik Lewerissa, SH, LL, M, Gubernur Maluku.

 

Bukan tanpa alasan, Hendrik Lewerissa menjadi satu-satunya gubernur dari seluruh Indonesia yang diundang khusus untuk berbicara, membawa serta mimpi besar bernama Maluku Integrated Port (MIP).

Forum bergengsi yang dibuka oleh Menteri Infrastruktur dan Pengelolaan Air Kerajaan Belanda, Robert Tieman, itu mempertemukan para elite pengambil kebijakan, raksasa bisnis, hingga BUMN dari kedua negara.

 

Delegasi Indonesia pun tak main-main, dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, dengan hadirnya perwakilan dari kementerian-kementerian strategis, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), hingga pengusaha swasta.

 

Lalu, apa yang membuat seorang gubernur dari Maluku begitu istimewa di mata Belanda? Jawabannya terletak pada MIP.

 

Di forum tersebut, Hendrik Lewerissa bak seorang diplomat maritim, memaparkan visi besarnya tentang MIP. Bukan sekadar pelabuhan, MIP dirancang sebagai kawasan terintegrasi yang menggabungkan berbagai fungsi vital: mulai dari urusan logistik dan kargo, pelabuhan perikanan modern, terminal kapal roro yang efisien, hingga terminal LNG yang ramah lingkungan.

 

Konsep ambisius ini dipresentasikan bersama tim Project Management MIP yang tak kalah mentereng, dipimpin oleh R.J. Lino, mantan Direktur Utama PT Pelindo II, sosok yang sukses ‘menyulap’ Tanjung Priok menjadi pelabuhan peti kemas kelas dunia.

 

“MIP adalah kunci untuk membangkitkan ‘ekonomi biru’ di kawasan timur Indonesia,” tegas HL dengan nada optimis.

 

Dengan posisi geografis Maluku yang strategis dan kekayaan sumber daya perikanan yang melimpah, ia yakin bahwa pelabuhan terintegrasi ini akan menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi baru.

 

 “Sudah saatnya Maluku menjadi hub utama bagi kawasan timur Indonesia, bukan hanya Makassar,” tambahnya.

 

Namun, di balik gemerlap forum internasional, Gubernur Lewerissa tak lupa membawa harapan masyarakat Maluku, agar daerahnya tak lagi hanya menjadi penonton dalam hiruk pikuk perdagangan dan industri maritim nasional.

 

“Saya meminta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Maluku, agar proyek ambisius ini dapat terwujud dan membawa kemakmuran bagi kita semua,” pungkasnya dengan tulus.

 

Dari Den Haag, pesan yang disampaikan jelas: Maluku sedang bersiap untuk melompat jauh ke depan, menjadi gerbang maritim baru yang diperhitungkan di timur Nusantara. Akankah mimpi besar ini menjadi kenyataan? Mari kita nantikan!

(TM – OL)

Tentang Penulis: tifamaluku

Gambar Gravatar
Nama Lengkap : Ongen Lekipiouw, S. Sis Jabatan : Pimpinan Perusahaan/Redaksi Alamat : Jalan Dr Kayadoe Kudamati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.