Dari 1 Menjadi 9 Kapal, Perumda Panca Karya Siap Genjot PAD Maluku  

oleh -79 views

TIFA MALUKU, – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Panca Karya menunjukkan taringnya kembali. Di bawah manajemen baru, perusahaan pelat merah ini menargetkan sembilan armada feri siap beroperasi penuh pada Maret 2026. Langkah strategis ini diambil untuk memulihkan kondisi perusahaan sekaligus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Maluku.

 

Direktur Perumda Panca Karya, Ranny Tualeka, menegaskan bahwa target ini adalah bukti nyata pemulihan bertahap yang telah dilakukan manajemen.

 

“Bulan ini ada penambahan lagi. Artinya, Maret ini sembilan kapal sudah siap dan bisa melayani lintasan,” ujar Ranny kepada wartawan, Jumat (30/1/2026).

 

Pencapaian ini menjadi lompatan signifikan mengingat kondisi perusahaan saat manajemen baru dilantik oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Saat itu, dari seluruh armada yang dimiliki, hanya satu unit kapal yang bisa beroperasi, sementara sisanya terhenti karena kerusakan teknis.

 

Sembilan armada yang kini dipersiapkan untuk kembali mengarungi perairan Maluku meliputi: Bahtera Nusantara, Bahtera Nusantara Ambon–Banda, Tanjung Kuako, Tatihu, Bandaleon, Sardinela, Teluk Ambon, Lori Amar, dan Tanjung Sole. Armada-armada ini akan melayani lintasan strategis yang menopang mobilitas penduduk dan distribusi barang.

 

Ranny mengakui bahwa proses pemulihan Panca Karya tidak berlangsung mudah. Ia mengaku kondisi perusahaan pada periode sebelumnya berada dalam situasi yang “tidak baik-baik saja” dan membutuhkan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun manajerial.

 

“Kami tidak menutup kondisi itu. Pemulihan butuh waktu, kerja keras, dan konsistensi,” tegasnya.

 

Salah satu fokus utama manajemen adalah memastikan kelayakan kapal Bahtera Nusantara yang sebelumnya belum beroperasi. Ranny menjelaskan bahwa kendala teknis pada kapal tersebut terjadi hampir dua tahun terakhir, jauh sebelum manajemen baru menjabat.

 

Setelah dilakukan evaluasi teknis yang ketat, Panca Karya melibatkan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) serta Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk memastikan kelayakan kapal.

 

“Hasilnya, kapal sudah dinyatakan layak dan izin berlayar telah diterbitkan. Saat ini Bahtera Nusantara menjadi prioritas untuk segera dioperasikan,” jelas Ranny.

 

Pengoperasian penuh sembilan armada ini diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas antar-pulau dan meningkatkan keandalan layanan, tetapi juga menjadi pijakan awal Panca Karya menuju kinerja yang lebih sehat, berkelanjutan, dan berkontribusi maksimal bagi perekonomian daerah. (TM – OL) 

Tentang Penulis: tifamaluku

Gambar Gravatar
Nama Lengkap : Ongen Lekipiouw, S. Sis Jabatan : Pimpinan Perusahaan/Redaksi Alamat : Jalan Dr Kayadoe Kudamati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.