TIFA MALUKU. com, Ambon, 12 Mei 2026 – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku merilis pemantauan perkembangan harga kebutuhan pokok di seluruh 11 kabupaten dan kota se-Maluku per Selasa, 12 Mei 2026. Data ini disajikan sebagai informasi publik agar masyarakat dapat memantau perkembangan harga sekaligus menjadi acuan dalam berbelanja dan menyusun kebutuhan sehari-hari.

Dalam rilisnya, Dinas Perindag Maluku menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan secara berkala di pasar-pasar induk dan pasar tradisional utama guna memastikan keterjangkauan dan kelancaran pasokan barang kebutuhan pokok di daerah kepulauan ini.
“Kami sampaikan data ini secara terbuka agar masyarakat mengetahui kondisi pasar terkini. Secara umum pasokan masih terjamin, meski ada beberapa komoditas yang harganya berubah tergantung musim dan akses distribusi antar pulau,” tulisnya.
Harga Beras Terkendali di Semua Wilayah
Beras sebagai kebutuhan utama menunjukkan kestabilan harga yang cukup baik.
– Beras Premium: Termurah tercatat di Kota Ambon Rp17.000/kg dan Seram Bagian Barat Rp17.000/kg; tertinggi di Kabupaten Maluku Barat serta Kota Tual sama-sama Rp20.000/kg.
– Beras Medium: Paling terjangkau ada di Kota Ambon hanya Rp14.000/kg, sedangkan harga tertinggi tercatat di Kepulauan Aru Rp17.000/kg dan Maluku Barat Daya Rp17.500/kg.
Bumbu Dapur Masih Beragam, Cabai Fluktuatif Tinggi
Komoditas bumbu dapur menjadi kelompok dengan selisih harga terbesar antardaerah akibat ketergantungan pasokan dari luar Maluku.
– Bawang Merah: Terendah di Seram Bagian Barat Rp45.000/kg, tertinggi di Kepulauan Tanimbar Rp60.000/kg.
– Bawang Putih: Paling murah di Kota Tual Rp36.666/kg, sedangkan termahal di Kepulauan Tanimbar Rp55.000/kg.
– Cabai Keriting: Harga melonjak tinggi di Kepulauan Tanimbar mencapai Rp100.000/kg dan Maluku Barat Rp96.666/kg; paling murah ada di Kabupaten Buru Rp30.000/kg.
– Cabai Rawit: Selisihnya paling mencolok — tertinggi di Kepulauan Tanimbar Rp130.000/kg dan Maluku Barat Rp126.666/kg, sedangkan paling murah di Maluku Tengah hanya Rp28.333/kg.
Sumber Protein dan Sayuran Beragam Sesuai Ketersediaan
– Daging Sapi: Kisaran harga antara Rp100.000 hingga Rp167.500/kg; paling murah tercatat di Seram Bagian Timur, Maluku Barat Daya, dan Buru Selatan, sedangkan tertinggi di Maluku Barat Rp167.500/kg.
– Ayam Potong: Stabil berkisar Rp45.000–Rp55.000/kg; paling murah di Kota Tual Rp45.833/kg dan Seram Bagian Barat Rp45.000/kg.
– Telur Ayam: Kisaran Rp33.600–Rp48.000/kg; paling murah di Kota Ambon Rp33.600/kg, paling mahal di Kepulauan Tanimbar Rp48.000/kg.
– Kentang: Paling murah di Kota Ambon Rp19.000/kg, tertinggi di Maluku Barat Daya dan Buru Selatan Rp35.000/kg.
– Sayuran (Kangkung, Sawi, Tomat): Harga cukup terjangkau mulai Rp7.000–Rp30.000/kg; paling murah ada di Seram Bagian Timur.
– Ikan Tongkol: Sebagai hasil laut andalan daerah ini harganya relatif terjangkau, berkisar Rp20.000–Rp48.000/kg; paling murah di Maluku Barat, Buru Selatan, dan Kota Ambon Rp20.000/kg.
Pemerintah Provinsi Maluku melalui Disperindag memastikan akan terus memantau pergerakan harga setiap hari dan berkoordinasi dengan kabupaten/kota, pedagang, serta asosiasi guna menjaga stabilitas pasokan dan harga. Masyarakat diminta tetap tenang, sementara pemerintah juga mendorong percepatan distribusi antarpulau agar selisih harga tidak terlalu jauh antarwilayah.
“Informasi ini kami rilis rutin lewat media sosial dan situs resmi Disperindag Maluku. Harapannya masyarakat punya pegangan, pedagang menjual dengan harga wajar, dan tercipta pasar yang adil untuk semua pihak,” tutup keterangan tersebut. (TM – OL).










