HARGA BAHAN POKOK DI MALUKU PER 19 MEI 2026, BEBERAPA KOMODITI MENGALAMI KENAIKAN

oleh -6 views

TIFAMALUKU.COM, – Selisih harga bahan pokok antar wilayah di Provinsi Maluku tercatat sangat mencolok hari ini, Selasa (19/5).

Paling mengejutkan, harga cabai rawit di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp143.333 per kilogram, sementara di Pasar Mardika, Ambon, komoditi yang sama masih dijual jauh lebih murah, yakni hanya Rp40.000 per kilogram.

 

Data lengkap pemantauan harga ini dirilis resmi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku untuk 11 Kabupaten/Kota se-Maluku, sekaligus data harga terkini dari Tim Pengendali Inflasi Daerah yang dipajang di papan informasi elektronik Pasar Mardika.

 

Berdasarkan catatan Disperindag, lonjakan harga bumbu dapur ini bukan hanya terjadi pada cabai rawit. Cabai keriting di Malra juga tercatat sebagai yang termahal, mencapai Rp103.333 per kilogram, bahkan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Kabupaten Aru harganya juga menyentuh angka Rp100.000 per kilogram. Kondisi ini sangat kontras dengan harga di ibu kota provinsi. Di Pasar Mardika, selain cabai yang stabil di Rp40.000, bawang merah dijual Rp45.000/kg dan bawang putih Rp40.000/kg, angka yang jauh lebih terjangkau dibanding harga bawang merah di KKT yang tembus Rp60.000/kg dan bawang putih di wilayah yang sama seharga Rp55.000/kg.

 

Untuk kebutuhan pokok utama seperti beras, rentang harganya juga cukup lebar. Beras premium paling murah ada di Ambon (data wilayah) seharga Rp17.000/kg dan paling mahal di Tual serta Malra seharga Rp20.000/kg. Sementara di Pasar Mardika, beras premium dipatok Rp18.000/kg dan beras medium Rp16.000/kg. Secara wilayah, beras medium termurah ada di Ambon seharga Rp14.000/kg dan tertinggi di SBB serta Aru seharga Rp17.000/kg.

 

Kesenjangan harga juga terlihat jelas pada kelompok sayuran. Kangkung dan sawi paling murah bisa didapat di SBB masing-masing Rp5.000 per ikat, namun harganya melonjak hingga Rp30.000 dan Rp25.000 di Kabupaten Aru. Di Pasar Mardika, harga kedua sayuran ini sangat terjangkau, sama-sama Rp10.000 per ikat. Begitu juga tomat, dari harga terendah Rp20.000/kg di Ambon hingga tertinggi Rp40.000/kg di KKT, sedangkan di Pasar Mardika harganya tetap stabil di Rp20.000/kg, sama dengan harga wortel dan kentang di pasar tersebut.

 

Untuk kebutuhan pangan hewani dan protein, variasi harga juga terjadi. Telur ayam berkisar dari Rp33.600/kg di Ambon hingga Rp48.000/kg di KKT, sedangkan di Pasar Mardika dijual Rp1.900 per butir. Ikan tongkol paling murah di SBB Rp17.333/kg dan paling mahal di Aru Rp40.000/kg. Daging ayam berkisar Rp45.000/kg (SBB) sampai Rp55.000/kg (SBT, MBD, Bursel), sementara di Pasar Mardika dijual Rp60.000 per ekor utuh. Yang paling tinggi harganya adalah daging sapi, tembus Rp167.500/kg di Malra, namun di Pasar Mardika masih di angka Rp130.000/kg.

 

Data ini menjadi catatan penting bagi seluruh masyarakat Maluku. Perbedaan harga yang sangat tajam antar wilayah menunjukkan adanya perbedaan biaya distribusi dan ketersediaan stok di setiap daerah. Disperindag dan Tim Pengendali Inflasi Daerah terus memantau pergerakan harga ini agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan pelaku usaha tetap menjaga kestabilan harga sesuai kondisi pasar. Jangan sampai salah belanja, pastikan cek harga terbaru agar pengeluaran harian tetap terkontrol dan ekonomi keluarga tetap aman! (TM-OL) 

Tentang Penulis: tifamaluku

Gambar Gravatar
Nama Lengkap : Ongen Lekipiouw, S. Sis Jabatan : Pimpinan Perusahaan/Redaksi Alamat : Jalan Dr Kayadoe Kudamati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.