(Sumber: Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Ambon)
TIFA MALUKU. COM, Ambon, Selasa 12 Mei 2026 — Persoalan penanganan sampah telah lama menjadi tantangan terbesar sekaligus perhatian utama bagi Pemerintah Kota Ambon. Menyadari bahwa beban ini tidak dapat diselesaikan sendirian, Walikota Ambon Bodewin M. Wattimena membangun sinergi dan kolaborasi strategis dengan berbagai mitra strategis, salah satunya bersama Jasa Raharja Perwakilan Maluku, guna menemukan solusi nyata yang berkelanjutan demi menciptakan lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan layak bagi seluruh warga.
Bagi Walikota Wattimena, upaya ini bukan sekadar rutinitas pekerjaan, melainkan bentuk tanggung jawab mulia untuk mewujudkan kesejahteraan dasar bagi rakyatnya.
“Saya memimpin kota ini dengan sepenuh hati, dan tujuan segala kebijakan yang kami susun hanyalah satu: memberikan kenyamanan, keamanan, dan kesejahteraan nyata bagi warga Kota Ambon yang Beta cintai ini. Masalah sampah memang rumit, bahkan kerap dianggap sebagai masalah yang tak ada habisnya jika hanya disandarkan pada kemampuan pemerintah semata. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama agar tantangan besar ini bisa kita taklukkan bersama,” tegasnya dalam sambutan dan pernyataannya.
SINERGI TJSL: LANGKAH NYATA DARI KETERBATASAN MENUJU KEKUATAN BERSAMA
Dalam rangka mewujudkan cita-cita tersebut, digelar kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang melibatkan Jasa Raharja, Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Ambon, serta Bank Sampah Induk Bumi Lestari, dengan mengusung tema inspiratif: “TPS Ecolife Merdeka dari Sampah — Bersama Wujudkan Ambon Bersih, Sehat, dan Berkelanjutan”. Kegiatan yang berlangsung di kawasan ikonik Taman Pattimura, Senin (11/5/2026) kemarin, menjadi bukti nyata bahwa kepedulian bersama mampu mengubah keterbatasan menjadi kekuatan besar.
“Keterbatasan yang dimiliki pemerintah daerah dapat ditutupi dan dilengkapi melalui keterlibatan seluruh pihak — baik itu perusahaan swasta, lembaga usaha, komunitas, maupun seluruh lapisan masyarakat. Bayangkan, jika semuanya sadar dan terlibat aktif, maka apa yang menjadi kekurangan pemerintah bisa tertutupi sepenuhnya. Inilah hakikat dari bekerja sama, inilah makna kolaborasi yang sesungguhnya,” ungkap Wattimena dengan penuh semangat.
Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Jasa Raharja Perwakilan Maluku beserta jajarannya yang telah hadir mendukung program lingkungan ini, menjadi mitra setia yang peduli akan keberlangsungan lingkungan hidup kota.
“Terima kasih kepada Jasa Raharja, PNM Cabang Ambon, dan Bank Sampah Induk Bumi Lestari. Dukungan nyata yang kalian berikan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan semangat baru yang mendorong kami terus bergerak dan masyarakat semakin percaya bahwa perubahan ke arah yang lebih baik itu mungkin terjadi,” pujinya.
BANK SAMPAH UNIT: TEROBOSAN SISTEMATIS ATASI MASALAH DARI AKARNYA
Lebih mendalam, Walikota Wattimena menjelaskan arah strategis jangka panjang yang menjadi tulang punggung pengelolaan sampah di Ambon ke depan. Pemerintah Kota menargetkan pembentukan Bank Sampah Unit di setiap desa, negeri, dan kelurahan yang tersebar di seluruh wilayah kota. Terobosan ini dirancang agar penanganan sampah dilakukan sedini mungkin, tepat di sumbernya, bukan menumpuk hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
“Kita memiliki cita-cita mulia: suatu saat nanti, tidak ada lagi wilayah di Kota Ambon yang tidak memiliki Bank Sampah Unit. Jika sudah ada di setiap lingkungan, maka kita bisa mulai memilah sampah sejak dari rumah, sejak dari dapur, sejak sampah itu baru saja dihasilkan. Tidak perlu menunggu sampai menumpuk dan menimbulkan bau serta penyakit baru diurus nantinya,” jelasnya.
Nantinya, seluruh Bank Sampah Unit ini akan terhubung dan terintegrasi dengan Bank Sampah Induk, sehingga sistem pengelolaannya menjadi lebih teratur, terukur, ekonomis, dan benar-benar berkelanjutan. Sampah yang tadinya hanya dianggap beban dan sumber masalah, perlahan dapat berubah menjadi aset bernilai ekonomi jika dikelola dengan cara yang benar.
PERAN MASYARAKAT: KUNCI UTAMA KEBERHASILAN PROGRAM
Walikota juga mengingatkan bahwa sistem yang sebaik apa pun yang dibangun pemerintah, dukungan dari mitra strategis sebesar apa pun yang diberikan, tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh warga Kota Ambon.
Ia menguraikan langkah paling sederhana namun sangat berdampak besar: memilah sampah di rumah tangga.
“Setiap keluarga bisa mulai dari hal kecil: pisahkan sampah organik, pisahkan yang non-organik, sisihkan sampah residu, dan tempatkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) secara khusus. Kalau ini dilakukan secara serentak, maka beban pemerintah dalam mengangkut dan mengolah sampah berkurang drastis, biaya operasional menjadi lebih hemat, dan lingkungan pun tetap terjaga kebersihannya,” ujarnya.
Meski demikian, Wattimena mengakui bahwa membangun kesadaran masyarakat bukanlah pekerjaan instan, melainkan proses berkelanjutan yang harus terus didorong dan diingatkan.
“Sementara ini kami juga mengimbau tegas agar seluruh warga disiplin membuang sampah pada tempatnya dan pada jam yang telah ditentukan. Ingat, jika kesadaran itu tumbuh di hati setiap warga, maka pemerintah sangat terbantu dan cita-cita memiliki kota yang bersih itu tercapai dengan mudah. Tapi jika kesadaran belum tumbuh, maka segala upaya dan biaya yang kita keluarkan bisa saja sia-sia,” tegasnya.
AMBON BERSIH ADALAH CERMIN KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
Menutup penjelasannya, Bodewin M. Wattimena kembali menegaskan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Kota Ambon dengan Jasa Raharja dan mitra lainnya adalah wujud nyata tanggung jawab bersama demi masa depan kota yang lebih cerah.
“Kebersihan kota ini bukan milik pemerintah saja, bukan milik satu kelompok saja, melainkan milik kita semua yang tinggal dan beraktivitas di sini. Ketika lingkungan bersih, udara segar, dan bebas dari tumpukan sampah, maka secara otomatis kesehatan warga terjaga, penyakit berkurang, dan nilai kenyamanan hidup meningkat drastis.”
Ia berharap kerja sama yang telah terjalin ini dapat terus ditingkatkan, menjadi contoh baik bagi instansi dan perusahaan lain, serta memotivasi seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.
“Mari kita lanjutkan semangat ini, jadikan Kota Ambon benar-benar merdeka dari sampah, agar anak cucu kita kelak bisa tumbuh besar di kota yang indah, sehat, dan lestari selamanya,” pungkasnya dengan penuh harapan. (TM – OL)





