Penulis : Ongen Lekipiouw, S. Sos
Pimpinan Umum/Redaksi Tifa Maluku
Di tengah hiruk-pikuk aktivitas ekonomi di Pasar Mardika, wajah baru namun berkarakter kuat kini terlihat sibuk berkeliling, menyapa pedagang, dan memeriksa setiap sudut pasar terbesar di Provinsi Maluku ini. Ia adalah Dr. Achmad Jais Ely, ST., M.Si, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Maluku. Bukan sekadar berkunjung, pejabat ini memilih untuk “berkantor langsung” di lokasi, menjalankan instruksi tegas Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, guna membenahi berbagai permasalahan yang belakangan mencuat.
Gaya Kepemimpinan: “Beta Berkantor di Pasar”
Langkah berani ini diambil menyusul kasus pencurian yang viral di media sosial dan sorotan tajam terhadap tata kelola pasar. Bagi Jais, laporan di atas meja kerja tidaklah cukup. “Mulai hari ini beta (saya) berkantor di Pasar Mardika. Ini instruksi langsung dari Gubernur supaya melihat sendiri kondisi di lapangan, tidak hanya terima laporan,” ujarnya tegas, Rabu (25/3/2026).
Di tengah bulan suci Ramadan menjelang Idul Fitri, Jais memilih kebijakan yang arif. Ia menunda penertiban besar-besaran demi menjaga stabilitas sosial dan ekonomi. “Menjelang lebaran kita tidak bisa ambil kebijakan yang tidak populer. Benturannya bisa besar. Jadi penertiban akan dilakukan pasca lebaran,” jelasnya.
Melalui peninjauan langsung ini, Jais menemukan akar persoalan yang lebih dalam. Kasus pencurian ternyata melibatkan pedagang yang tidak terdaftar resmi dan tidak membayar sewa kios. Praktik peminjaman kios tanpa izin menjadi sumber kekacauan administrasi. Selain itu, meskipun sistem CCTV berfungsi baik, kelemahan justru terletak pada pengelolaan sumber daya manusianya. Penemuan ini menjadi dasar bagi Jais untuk menyusun strategi perbaikan yang menyeluruh dan terukur.
Jejak Langkah Sang Ahli Kelautan
Di balik kesibukannya menata sektor perdagangan, tersembunyi rekam jejak intelektual dan karier yang sangat solid. Lahir di Ambon, 3 Juni 1975, Achmad Jais Ely menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Asilulu (1988), SMP Negeri 9 Ambon (1991), hingga SMA Negeri Hila-Kaitetu (1994).
Ketertarikannya pada dunia maritim membawanya meraih gelar Sarjana Teknik Perkapalan dari Universitas Hasanuddin (2001). Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister dan doktoral di Universitas Pattimura, masing-masing pada tahun 2009 dan 2022, dengan fokus pada Ilmu Kelautan. Kepiawaiannya di bidang ini tertuang dalam berbagai publikasi ilmiah yang telah dihasilkannya, mulai dari analisis daerah penangkapan ikan, pemanfaatan teknologi fish finder, hingga pengembangan wisata bahari dan mitigasi bencana.
Karier Gemilang dan Dedikasi Tanpa Henti
Sejak tahun 2013, nama Achmad Jais Ely mulai dikenal di berbagai posisi strategis pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Direktur/Kepala SUPM Waiheru (2013–2023), Wakil Direktur di Politeknik KP serta Politeknik AUP Kampus Maluku. Dedikasinya juga meluas ke ranah sosial dan organisasi, di antaranya sebagai Wakil Ketua ICMI Orwil Maluku (2021), Ketua Umum DPP Henahetu (2022–sekarang), hingga Ketua Paguyuban 7 Gandong Silatuhipat (2024–2029).
Kemampuan manajerialnya yang mumpuni juga diuji saat dipercaya menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan (2023–2024), Kepala Dinas Pariwisata (2023–sekarang), hingga Penjabat Bupati Seram Bagian Barat sejak 24 Mei 2024.
Di bawah kepemimpinannya, prestasi gemilang berhasil diraih. Ia dinobatkan sebagai Kepala UPT Terbaik I Lingkup BRSDM (2016), Peserta Terbaik Peringkat Pertama DIKLATPM TK.III KKP RI (2017), hingga meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dan predikat Bupati Inspiratif Pengagas Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Seram Bagian Barat pada tahun 2024.
Kompetensi Global untuk Kemajuan Maluku
Tidak hanya mengandalkan pengalaman lapangan, Jais juga terus mengasah kompetensi diri melalui berbagai pelatihan bersertifikat, baik di dalam maupun luar negeri. Mulai dari Basic Safety Training, sertifikasi Auditor ISO, pelatihan maritim internasional di Taiwan dan Australia, hingga pelatihan kepemimpinan tingkat madya.
Kini, dengan segala bekal ilmu, pengalaman birokrasi, dan dedikasi sosialnya, Dr. Achmad Jais Ely hadir di Pasar Mardika bukan sebagai pengamat semata, melainkan sebagai pemimpin yang siap “membasahi kakinya” bersama rakyat. Melalui pendekatan yang humanis namun tegas, ia bertekad menjadikan pasar ini bukan hanya pusat transaksi, tetapi cerminan tatanan ekonomi yang bersih, aman, dan sejahtera bagi seluruh warga Maluku. (***)
Hubungi Dr. Achmad Jais Ely melalui telepon: 0812 407 89444 atau email: jais75.ely@gmail.com.
Berdomisili di Kompleks SUPM Waiheru, Jalan Laksdya Leo Wattimena Km 16, Waiheru.








