Tifa Maluku. Com – Selain kenaikan sejumlah kebutuhan pokok, masyarakat Kota Ambon kini diresahkan dengan naiknya harga Minyak Tanah (Mitan), dari harga normal Rp3.500/liter kini menjadi Rp5000/liter.
Hal disebabkan karena terjadi kelangkaan, sehingga sejumlah pangkalan menaikan harga tanpa ada persetujuan resmi dari Pertamina.
Salah satu masyarakat kota Ambon yang mengeluhkan naiknya harga Mitan, Remon Jamlean. Warga Air Putri, Kelurahan Kudamati ini sempat kebingungan untuk mencari mitan.
Sejumlah pangkalan mitan di kawasan Kudamati kehabisan stok. Bahkan diakui, banyak cerigen kosong yang antri di seluruh pangkalan mitan menunggu sampai jatah mitan di isi oleh pihak Pertamina.
“saya kemarin cari seputaran lokasi tempat tinggal saya sudah tidak ada lagi, begitu ke di dalam kota. Terus ada masyarakat yang mengatakan cari di seputaran ongkoliong Batu Merah, saya ke sana tapi harganya sudah naik menjadi Rp5,000/liter,” tuturnya.
Untuk itu, dirinya berharap ada perhatian dari Pemerintah Daerah dan DPRD Maluku, untuk segera mencari solusi terkait hal ini. Karena kalau terus dibiarkan, tanpa ada pengawasan, maka lama-kelamaan harga Mitan akan terus naik, masyarakat yang dikorbankan.
Plt Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Maluku, Jaya Kota dikonfirmasi mengenai hal ini, mengakui terjadinya kelangkaan mitan dikarenakan keterbatasan stok.
“Dari hasil koordinasi dengan Pertamina jatah keseluruhan untuk Maluku memang terbatas, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan yang ada,” ungkapnya di kantor Gubernur, Selasa (23/08/2022).
Disingung langkah konkrit untuk mengantisipasi hal ini, dirinya mengungkapkan bukan merupakan kewenangan dari Disperindag, melainkan Dinas ESDM Maluku, yang saat ini telah berkoordinasi dengan Pertamina dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk penambahan jatah Mitan.
“Mitan kewenangan di kabupaten/kota menentukan harga enceran tertinggi (HET). Soal jatah memang terbatas untuk masing-masing kota/kabupaten di Maluku, sehingga memicu terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga mkitan di sejumlah pangkalan. Kita berharap, hasil kordinasi yang dilalukan baik oleh pemerintah maupun Pihak Pertamina ke pusat dapat menjawab kebutuhan mitan di Maluku,” kata ia.
Ditanya apakah ada dugaan penimbunan sehingga menyebabkan terjadi kelangkaan Mitan, Jaya belum bisa memastikannya, karena belum dilakukan pengawasan secara langsung.
“Saya tidak bisa menyampaikan, kecuali ada fakta yang dilihat, sepanjang kita tidak melakukan penelusuran dengan bukti-bukti yang valid, kita tidak mengatakan hal tersebut,”cetusnya.
Terlepas hal tersebut, dirinya meminta dukungan dari Kepolisian untuk mengusut hal ini, dan jika kedapatan langsung ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku. (TM-06)