Warga Benteng Karang Minta Pemerintah Kota Maupun Provinsi Maluku Berikan Perhatian Serius Terhadap Persoalan Air Bersih

oleh -84 views

TIFA MALUKU. COM- Musim penghujan sejak Oktober hingga penghujung akhir tahun 2021 selain memberikan ancaman longsor dan banjir, namun sisi lain, cukup membawa berkah bagi masyarakat kota Ambon yang krisis air bersih.

Air hujan dapat dimanfaatkan warga untuk mandi, mencuci pakaian dan sebagainya.

Biaya untuk membeli air bersih dari mobil tangki bisa pakai untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Namun kondisi ini tidak akan bertahan lama. Ketika musim kemarau tiba, warga terpaksa harus membeli air dengan mengocek uang ratusan ribu per tangki air.

Salah satu warga Benteng Karang, Kecamatan Baguala, Igo Luparilla berharap ada perhatian serius dari pemerintah Kota maupun provinsi Maluku untuk mengatasi krisis air bersih di kawasan Benteng Karang.

“Sebagai warga kami berharap, ada pembangunan air bersih di kawasan Bentang Karang. Sehingga warga tidak lagi kesulitan mendapat air bersih. Selama ini untuk mendapat pasokan air bersih, warga terpaksa harus membeli dari mobil tangki. Satu tangki air bersih dibayar Rp175. 000. Itu pun untuk kebutuhan selama satu minggu. Dalam satu bulan, biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli air bersih dari mobil tangki sebesar Rp700. 000. Cukup berat bagi kami masyarakat yang berpenghasilan kecil. Olehnya itu, kami harap, persoalan krisis air bersih di Bentang Karang mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah termasuk wakil rakyat kita di DPRD Kota Ambon maupun DPRD Provinsi Maluku, ” harap ia.

Hal yang sama juga dirasakan warga di kawasan Gunung Nona. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga terpaksa harus membeli dari mobil tangki.

Disisi lain, terlihat jaringan pipa sudah terpasang di beberapa titik. Menurut warga, jaringan pipa air ini sudah selesai dikerjakan cukup lama. Namun sampai saat ini, air bersih tidak pernah dinikmati oleh warga.

“Bagi kami proyek jaringan pipa ini mubasir. Buang-buang uang saja. Sebab sampai saat ini warga tidak pernah menikmati air bersih, ” ungkap Evert kepada redaksi Tifa Maluku. Com kemarin.

Dirinya berharap, pembangunan jaringan pipa air di kawasan Gunung Nona harus usut oleh pihak berwajib. Sebab proyek ini mubasir. Yang dikejar hanya anggaran, namun tidak ada manfaat sama sekali bagi masyarakat. (TM-05).

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.