TIFAMALUKU.COM, – Program mudik gratis yang seharusnya menjadi jembatan kebahagiaan merayakan Idul Fitri di Maluku, kini justru menuai kritik pedas dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku. Anos Yermias, anggota Komisi II DPRD Maluku, menyuarakan keprihatinan mendalam atas pelaksanaan program yang dinilainya masih timpang, meninggalkan sejumlah daerah kepulauan terabaikan.
Dalam rapat gabungan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, John Lewerissa, Kamis (5/3/2026), Anos menyoroti bahwa meskipun kuota penumpang program mudik gratis tahun ini melonjak drastis hingga mencapai 14.000 orang berkat dukungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, peningkatan kuantitas ini belum berbanding lurus dengan pemerataan akses.
“Ini bukan isu baru, seharusnya sudah menjadi catatan penting sejak tahun lalu,” tegas Anos, merujuk pada fakta bahwa empat dari sebelas kabupaten/kota di Maluku, yaitu Kota Tual, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, dan Kepulauan Tanimbar, masih belum tersentuh layanan mudik gratis. “Masyarakat di empat daerah tersebut juga berhak merasakan kehangatan mudik gratis saat Idul Fitri.”
Menyikapi hal ini, Anos mendesak Dinas Perhubungan Provinsi Maluku untuk segera merumuskan solusi konkret. Ia mengusulkan agar keempat daerah tersebut dapat diintegrasikan dalam skema mudik gratis di masa mendatang. Jika anggaran menjadi kendala dalam APBD murni, Anos menyarankan agar alokasi dana dapat diupayakan melalui APBD Perubahan.
Lebih lanjut, Anos mengidentifikasi aset pemerintah yang potensial untuk digerakkan, seperti KM Sabuk Nusantara 44, KM Sabuk Nusantara 39, dan KM Sabuk Nusantara 35. “Pemanfaatan kapal-kapal ini akan membuka pintu bagi program mudik gratis untuk menjangkau daerah-daerah yang selama ini terpinggirkan. Tujuannya jelas, demi mewujudkan pemerataan dan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat Maluku,” paparnya.
Harapan besar disematkan Anos kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Perhubungan, agar segera menindaklanjuti masukan ini. Ia berharap program mudik gratis ke depannya tidak hanya unggul dalam peningkatan jumlah kuota, tetapi juga mampu hadir merata, menyentuh setiap sudut kepulauan Maluku, dan memberikan keadilan bagi seluruh warganya. (TM-OL)
