Rencana Pembangunan Museum Rempah-rempah Yang Digagas Maspaitella dan Oratmangun Ternyata Hanyalah Wacana Belaka

oleh -190 views

TIFA MALUKU. COM – Ternyata rencana pembangunan museum rempah-rempah yang digagas oleh dua tokoh asal Maluku, Reza Valdo Maspaitella selaku Dirut Kabare Media Group Reza V. Maspaitella bersama Duta Besar/Staf Khusus Menlu untuk Isu-isu Strategis, Djauhari Oratmangun hanyalah wacana semata.

Entah apa kendalanya, sampai saat ini, pembangunan museum rempah-rempah di Maluku belum juga direalisasi.

Padahal, rencana pembangunan  museum rempah-rempah di Maluku disambut baik pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono kala itu seperti ditulis dalam artikel detiknews.  (selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-2334599/menkokesra-dukung-usulan-museum-rempah-di-ambon).

Agung menginginkan museum rempah berdiri di tempat asalnya, yakni Ambon, Maluku. Ia berharap museum juga bisa menjadi tempat penelitian tanaman rempah agar mendapatkan verietas yang unggul.

“Saya menyambut gembira pembangunan museum rempah di provinsi rempah. Kalau museum ini dapat dibangun seluas 5 sampai 10 hektar, maka dapat juga dijadikan tapak pelestarian rempah baik yang unggul,” ujar politisi Golkar ini.

Selain memberikan kontribusi di sektor perkebunan, Agung menilai keberadaan museum bisa meningkatkan sektor pariwisata juga. Agung optimis, dua sektor dalam satu objek ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku.

“Museum ini tentunya dapat dijadikan objek wisata agro, sehingga mendukung pilar-pilar pembangunan maluku yang disandarkan pada sumber daya kelautan dan pariwisata,” ujar Agung.

“Matahari terbit dari timur, semoga komoditas rempah bangkit dari timur,” ujar Agung mengakhiri.

Dalam konsep pembangunan museum rempah-rempah tersebut, menurut Reza Valdo Maspaitella  museum Rempah yang akan dilengkapi kebun raya yang terdapat tanaman pala,cengkih, dan bibit-bibit unggul rempah yang lain, didukung biotek.  Sehingga kelak bisa dijadikan objek wisata, pendidikan, budaya, dan yang lain.

Mendukung Reza, Djauhari yang sama-sama anak Maluku yang besar di Jakarta, berpandangan bahwa dengan adanya museum rempah yang ditunjang oleh wisata jalur tematik jalur rempah yang kemarin diluncurkan Menteri Pariwisata, akan menggairahkan kembali melihat masa lalu, untuk kepentingan masa kini kedepan.

“Museum rempah nantinya akan melengkapi ikon-ikon Maluku yang ada sebelumnya, misalnya Maluku Lumbung ikan, Ambon Kota Musik, dan lainnya,” kata Djauhari di Ambon, Rabu (8/2) pagi dalam acara talkshow dalam rubrik Walang yang disiarkan oleh RRI Ambon.

Oratmangun pada umumnya menyambut baik dan mendukung Museum Rempah. Bahkan diantara mereka mengusulkan agar disertai dengan gerakan menanam kembali cengkih dan pala, di tempat-tempat strategis di kota Ambon.

Semoga, kedua tokoh ini tidak lupa dengan rencana besar ini. Sebab dengan adanya pembangunan museum rempah-rempah, Maluku akan selalu diingat sebagai salah satu daerah penghasil rempah-rempah  di Indonesia yang menjadi incaran dunia. (TM-05). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.