Peserta PKA Dituntut Miliki Kompetensi Mentranformasikan Perubahan Di Sektor Publik

oleh -4 views

Tifa Maluku.Com – Sejak 16 Juni, 40 Aparatur Sipil Negara (ASN) perwakilan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan IV tahun 2022.

Kegiatan yang berlangsung sampai tanggal 28 September berpusat di Balai Diklat Pelatihan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku, dan telah dibuka secara resmi Asisten Administrasi Umum Setda Maluku, Habiba Saimima.

Gubernur dalam sambutannya dibacakan Habiba Saimima meminta kepada peserta PKA untuk memiliki kompetensi menerapkan kepemimpinan Pancasila dalam mentrasformasikan perubahan di sektor publik, melalui prinsip manajemen, mutu dan rencana suksesi perubahan kinerja organisasi, dengan mengoptimalkan seluruh potensi dan sumber daya dalam memimpin aksi perubahan kinerja organisasi padaunit kerja masing-masing.

“Jadi para peserta harus mengembangkan kompetensinya dalam rangka memenuhi standar kompetensi manajerial jabatan administrator dengan sasaran adalah terwujudnya kompetensi kepemimpinan manajemen Kinerja bagi pejabat administrator dalam melaksanakan tugas jabatannya,”ujar Gubernur.

Dikatakan, untuk menampilkan kinerja organisasi yang memuaskan, diperlukan perubahan oganisasi yang bersifat strategis. Cara kerja organisasi yang masih menganut asas “seperti sedia kala”, tidak lagi memadai di saat ini dan di masa yang akan datang, di tengah persaingan yang bersifat lokal, domestik dan regional serta global.

Organisasi yang ingin meningkatkan produktivitas dan elektivitasnya, kata Gubernur mengingatkan, pada akhirnya menghadapi berbagai masalah yang timbul di masa depan, untuk itu sangat diperlukan cara berpikir dan bertindak yang inovatif.

“Inovasi dapat menyangkut penciptaan produk baru (baik dalam arti barang atau jasa), struktur baru, hubungan baru dan bahkan juga kultur baru. Singktanya, ciri utama organisasi masa depan ialah fleksibilitas, kreativitas dan inovasi,” tegas Gubernur.

Untuk itu, dalam rangka mendukung terwujudnya birokrasi kelasdunia pada tahun 2025, dirinya berharap setiap instansi pemerintah diperlukan sosok pegawai ASN yang memiliki tanggung jawab memimpin pelaksanaan seluruh kegiatan pelayanan publik, serta administrasi pemerintahan dan pembangunan bagi keberlangsungan unit organisasi.

Sosok pegawai ASN yang dapat memainkan peran tersebut adalah pegawai yang telah memenuhi standar kompetensi, sehingga cepat atau lambatnya peningkatan kinerja organisasi akan ditentukan oleh kualitas manajemen kinerja yang dilakukan oleh pejabat pimpinan tinggi, administrator, pegawas dan pelaksana.

“Untuk itulah, pelatihan kepemimpinan administrator yang saudara ikuti ini, bertujuan untuk mengembangkan
kompetensi pejabat administrator untuk memenuhi standar kompetensi manajerial jabatan administrator, dengan sasaran adalah terwujudnya kompetensi kepemimpinan manajemen kinerja bagi pejabat administrator dalam melaksanakan tugas jabatannya,” tandas Gubernur.

Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Maluku, Hadi Sulaiman menjelaskan, pelatihan ini akan memberikan banyak perubahan dan pengembangan pada manajemen pemerintahan, pelayanan publik, tata kelola keuangan, perencanaan bahkan sampai pada pengembangan kompetensi.

“Kita berharap melalui pelatihan ini, kemajuan kemaritiman kita seperti program unggulan pemerintah daerah dapat berjalan dengan baik. Namun hal ini membutuhkan para visioner, birokrasi perubahan yaitu para peserta sehingga mereka akan menjadi pemimpin transformasi ke arah perubahan dalam mewujudkan visi misi pemerintah daerah,” harap Hadi. (TM-07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.