Operasi Ketupat 2022 di Maluku, 3.530 Personel Disiagiakan

oleh -24 views

Tifa Maluku.Com – Sebanyak 3.530 personel gabungan disiapkan selama operasi Ketupat Salawaku 2022.
Selain kepolisian aparat gabungan ini terdiri dari TNI dan instansi terkait lainnya.

Personel gabungan yang turut terlibat dalam operasi yang berlangsung selama 12 hari mulai tanggal 28 April hingga 9 Mey ini terdiri dari TNI sebanyak 402 personel
Polri 2.478 personel dan 650 berasal dari instansi pemerintah.

Mereka ini akan ditempatkan di 47 pos pengamanan, 27 pos pelayanan dan empat (4) pos PAM terpadu antar instansi terkait di pelabuhan, bandara dan terminal.

Gubernur Maluku, Murad Ismail usai memimpin apel operasi Ketupat Salawaku 2022 di lapangan upacara Polda Maluku di Tantui mengatakan
pelaksanaan pengamanan Idul Fitri tidak terlepas dari kebijakan pemerintah melalui Instruksi Mendagri Nomor 22 Tahun 2022 tentang PPKM yang diberlakukan tanggal 19 April – 9 Mei 2022 serta Surat Edaran Satgas Covid- 19 Nomor 16 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang dalam Negeri pada masa Covid-19 yang berlaku efektif mulai tanggal 2 April 2022.

“Berdasarkan Mapping kerawanan, terdapat beberapa prediksi gangguan Kamtibmas yang harus diantisipasi antara lain ancaman terorisme, premanisme, aksi sweeping oleh ormas, kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok, kejahatan konvensional, penyakit masyarakat, konflik buruh terkait THR, balap liar, penyalahgunaan narkoba, petasan, perkelahian antar kelompok dan aksi perusakan fasilitas umum,” pungkas Murad.

Oleh karena itu, terang Gubernur, operasi ketupat harus dilaksanakan secara optimal. Perjalanan mudik maupun balik, harus berjalan lancar (Aman), kejahatan dan gangguan Kamtibmas sekecil apapun harus dijaga dan diantisipasi.

Atas dasar itulah, Kapolri dalam amanatnya menekankan delapan hal penting, untuk dipedomani guna mendukung keberhasilan pelaksanaan operasi ketupat.

Pertama, menjaga stamina dan kesehatan mental selama perjalanan operasi. Menyatakan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah kepada Tuhan yang Maha Esa.
Kedua, melakukan deteksi dini terhadap dinamika dan fenomena yang berkembang sehingga dapat melakukan langkah pencegahan yang prediktif.

Ketiga, melaksanakan pengamanan secara profesional dan humanis. Memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di manapun dan kapanpun. Rekan-rekan adalah wujud representasi negara di tengah-tengah masyarakat.

Keempat, menggelar kekuatan Polri pada pos-pos pengamanan dan pelayanan serta di titik-titik rawan kriminalitas, titik-titik kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Kelima, melakukan koordinasi dan kerjasama dengan satgas Covid-19 untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi terjadinya lonjakan mobilitas masyarakat saat libur idul Fitri, dengan melakukan tes antigen secara acak terhadap masyarakat di tempat keramaian.

Keenam, mendorong para pengelola tempat wisata, pusat perbelanjaan dan tempat lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan untuk memasang dan menerapkan aplikasi Peduli Lindungi.

Ketujuh, satgas pangan dapat berperan membantu pemerintah dalam menjamin ketersediaan bahan-bahan pokok dan pengendalian harga.
Delapan, memantapkan kerjasama, sinergi dan solidaritas dengan para pihak yang terlibat, menyatukan visi dan tujuan demi keberhasilan pelaksanaan operasi.

Turut hadir Kapolda Maluku Irjen Pol. Lotharia Latief, Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Jan de Fretes, unsur Forkopimda, seluruh pejabat utama Polda Maluku dan stakeholder lainnya. (TM-07)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.