Mahasiswa Asal Pulau Kisar di Ambon Gelar Ibadah Bernuansa Budaya

oleh -169 views

Tifa Maluku.Com – Nilai-nilai adat dan budaya yang merupakan warisan para leluhur harus terus dijaga dan dilestarikan. Sebab adat dan budaya adalah jati diri dan simbol dari masyarakat adat yang ada di bumi seribu pulau ini.

Berbagai cara dilakukan untuk mempertahankan nilai-nilai adat dan budaya, salah satunya melalui prosesi ritual keagamaan yang dilakukan Persekutuan Mahasiswa Asal Pulau Kisar (PMAPK) Kabupaten Maluku Barat Daya yang berpusat di Kota Ambon manise.

Sabtu, (4/6/2022) tepatnya di Rumah Doa Ecclesia Jalan Gunung Nona-Vihara, Kecamatan Nusaniwe, PMAPK menggelar ibadah bernuasa budaya.

Ibadah tersebut dipimpin oleh Pdt.I B H Kayadoe, AA sekaligus pembina dan dihadiri puluhan anggota dan pengurus PMAPK.

Kayadoe dalam khotbah mengatakan, jauh sebelum orang mengenal agama, adat dan budaya telah menjadi dasar atau tatanan hidup yang mengikat masyarakat itu sendiri.

“Banyak nilai-nilai positif yang dapat kita ambil dalam konteks adat dan budaya itu sendiri. Demikian pula, aturan-aturan positif yang terkandung dalam adat dan budaya yang sifatnya mengikat masyarakat untuk harus patuh dan taat bahkan sampai saat ini, masih dipertahankan. Ambil misal bahasa daerah sebagai sarana komunikasi di kalangan masyarakat adat. Ada larangan-larangan dalam adat dan budaya dikalangan masyarakat adat yang tidak boleh dilanggar kalau tidak akan dikenai denda. Dan kalau dicermati dalam kaca mata iman, hal tersebut tidak bertentangan,” ungkap Kayadoe.

Sebagai generasi muda, kata Kayadoe, jangan pernah malu untuk mempromosikan adat dan budaya kita, sebab adat dan budaya merupakan jati diri sebagai bentuk indentitas kita sebagai masyarakat adat.

“Saya harap, PMAPK harus terus mempromosikan atau memperkenalkan adat dan budaya orang Kisar kepada publik. Sehinga adat dan budaya ini tidak hilang di tengah perkembangan global saat ini. Apalagi di era modernisasi dan IT, kalau tidak dilestarikan dan dijaga maka lama kelamaan nilai-nilai adat dan budaya itu akan terkisis dan hilang,” pesan ia.

Dia berharap kedepan, PMAPK dapat memberikan kontribusi berpikir maupun tindakan dalam mendukung pembangunan di Pulau Kisar secara khusus dan MBD secara umum. Olehnya itu dalam proses pendidikan di Perguruan Tinggi, harus dibisa diselesaikan tepat waktu. Hilangkan budaya malas, acuh tak acuh dan diganti semangat belajar dan setia dalam menjalankan aktifitas sebagai mahasiswa. Sebagai keluarga besar PMAPK, harus saling membangun komunikasi yang baik dan positif. Yang paling terpenting, tetaplah mengandalkan Tuhan Yesus dalam setiap perjuangan, sehingga seluruh usaha dan perjuangan di Perguruan Tinggi diberkati.

“Andalkan Tuhan dalam setiap langkah dan juang kita, sehingga hidup kita diberkati. Percayalah, ada kuasa dari Allah Bapa di Surga melalui anakNya Yesus Kristus, dan tuntutan Roh Kudus yang senantiasa bertahta dalam kehidupan kita, amin,” pungkas ia.

Sementara itu Ketua PMAPK, Ronald Maromon menambahkan, ibadah bernuansa budaya ini merupakan salah satu cara untuk melestarikan ada dan budaya kepada generasi muda baik pelajar maupun mahasiswa asal Pulau Kisar.

“Budaya ini harus dipertahankan sampai turun temurun. Ini sudah menjadi tanggungjawab kita sebagai generasi penerus asal Pulau Kisar Kabupaten MBD,” kata ia.

Ditambahkan, PMAPK dalam waktu dekat akan melakukan kegiatan bakti sosial di Pulau Kisar. Adapun kegiatan yang dilakukan yakni pengobatan massal, penghijauan dan sosialisasi 4 pilar oleh pengurus PMAPK. (TM-05)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.