Kepemimpinan Penjabat Walikota Ambon, Bodewin M Wattimena Menuai Sejumlah Prestasi

oleh -116 views

TIFA MALUKU. COM – Belum setahun kepemimpinan Penjabat Walikota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, M. Si berhasil mengukir sejumlah prestasi.

Salah satu keberhasilan yang dicapai yakni penyelesaian hutang pihak ketiga tahun 2021 dimasa kepemimpinan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dan Wakil Walikota Ambon, Syarief Hadler sebesar Rp. 103.820.409.881.

“Terhitung 31 Desember 2022, jumlah hutang pihak ketiga tahun 2021 sebesar Rp. 103.820.409.881 sudah terbayarkan, ” ungkap Penjabat Walikota Ambon, Bodewin M Wattimena dalam pidato perdana di awal tahun 2023 dalam rapat paripurna ke-9 masa persidangan Ini tahun sidang IV 2022-2023, Jumat (06/01/2023).

Selain penyelesaian hutang pihak ketiga, kepemimpinan Bodewin M Wattimena berhasil membentuk pemerintahan Negeri adat secara defenitif. Sejumlah Negeri adat di Kota Ambon kini memiliki raja defenitif. Memang ada beberapa Negeri adat yang masih bersengketa akibat saling gugat baik di PTUN hingga ke Mahkamah Agung (MA). Namun Pemkot Optimis di tahun 2023, Negeri-negeri adat di kota Ambon akan dipimpin oleh Raja atau disebut dengan nama lain Kepala Pemerintahan Negeri/Desa definitif.

Dari segi peningkatan kinerja Pemkot Ambon untuk penilaian laporan pertanggungjawaban Penjabat Walikota Ambon triwulan pertama, mendapat skor penilaian sebesar 23 dengan prestase 82, 1 persen dengan kategori cukup. Ini merupakan hasil terbaik di Provinsi Maluku, dan selanjutnya akan diupayakan meningkat seiring optimalisasi kinerja Pemkot Ambon.

Kerja sama yang terjalin membuahkan hasil yaitu Pemkot Ambon mendapat ” Reward ” berupa dana insentif daerah (DID) senilai Rp. 11.661.999.000 dari Pemerintah Pusat untuk penilaian pada kategori penyerapan APBD optimal, alokasi belanja untuk menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, penanganan stunting serta penanganan inflasi yang terkendali.

Penjabat Walikota Ambon mengatakan, realisasi belanja daerah sampai 31 Desember 2022 yakni sebesar Rp. 1.040.340.677.814 atau 86,38 persen dari total target belanja daerah sebesar Rp. 1.204.415.118.916,70.

“Ini artinya bahwa penyerapan belanja daerah sudah baik, namun diupayakan di tahun yang akan datang penyerapan belanja bisa lebih tinggi dari tahun 2022. Sehingga diperlukan kerjasama yang baik dan komitmen yang kuat dari masing-masing perangkat daerah untuk bisa merencanakan dan merealisasikan anggaran secara optimal dan tepat sasaran sesuai kebutuhan, ” kata Wattimena.

Terkait sinkronisasi program penanggulangan kemiskinan lanjut Penjabat Walikota Ambon, angka kemiskinan absolut di Kota Ambon. Pada tahun 2022 mengalami peningkatan sebesar 23.670 jiwa atau terjadi kenaikan sebesar 5,02 persen dibandingkan tahun 2021 sebesar 22.150 jiwa.

Kenaikan ini kata ia seiring dengan pertumbuhan penduduk kota Ambon, selain itu juga terdapat warga miskin baru (Misbar) akibat terdampak Covid 19. Olehnya itu, akan dilakukan intervensi program/kegiatan lintas OPD dan lintas sektor diantaranya, pemulihan ekonomi daerah dengan mendorong konsumsi/kemampuan daya beli masyarakat melalui bantuan langsung tunai (BLT) bantuan sembako dan lain-lain. Kemudian menggerakkan dunia usaha melalui pemberian insentif/stimulus kepada UMKM dan mempercepat penyerapan APBD khusus nya proyek padat karya.

“Anggaran BLT tahun 2022 sebesar Rp. 3.603.000.000 dan terealisasikan sebesar Rp2. 616.033.600 (72, 6 persen). Sasaran penerima bantuan yakni 1.385 orang nelayan dan 464 tukang ojek, ” kata ia.

Selain itu pendapatan asli daerah (PAD) harus di tingkatkan. Tahun 2022, target PAD tahun 2022 sebesar Rp. 206.866.883.287,58 dengan realisasi per 31 Desember 2022 sebesar Rp. 168.384.392.747,22 atau (81, 39 persen).

“Ini menunjukkan bahwa pengelolaan PAD di Kota Ambon sudah cukup optimal. Namun perlu ditingkatkan lagi di tahun 2023,” harap Wattimena.

Penjabat Walikota Ambon juga meminta kepada seluruh aparatur agar meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Peningkatan perijinan non perijinan, penyelarasan arah kebijakan pembangunan kota Ambon dengan Pempus dan Pemprov Maluku dan mewujudkan Ambon bersih sebagai salah satu program prioritas.

Untuk diketahui pula, dalam masa kepemimpinan penjabat Walikota Ambon, Bodewin M Wattimena tahun 2022, Pemkot Ambon mendapat 14 penghargaan yang terdiri dari sembilan penghargaan Nasional dan lima penghargaan provinsi.

Masa jabatan Bodewin M Wattimena sebagai penjabat Walikota Ambon akan berakhir 24 Mey 2023. Banyak pihak yang berharap, Bodewin Wattimena dapat melanjutkan kembali kepemimpinannya sebagai penjabat Walikota Ambon. (TM-02).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.