TIFAMALUKU.COM – Angka menggembirakan datang dari sektor perdagangan luar negeri Provinsi Maluku. Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor Maluku khusususnya komoditas nonmigas pada Semester I Tahun 2026 mencapai US$28,46 juta, atau naik signifikan 23,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan bukti nyata keberhasilan arah kebijakan ekonomi yang dijalankan Pemerintah Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa, SH., LL.M. bersama Wakil Gubernur Abdullah Vanath.
Menyikapi rilis tersebut, Gubernur Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa pertumbuhan ini adalah momentum untuk semakin mengokohkan posisi Maluku di kancah perdagangan nasional maupun internasional.
“Peningkatan ekspor ini bukan hanya soal angka yang bertambah, melainkan cerminan meningkatnya produktivitas masyarakat dan tumbuhnya kepercayaan dunia terhadap produk unggulan tanah Maluku. Ini harus menjadi motivasi kita bersama untuk terus meningkatkan kualitas, menambah nilai produk, dan memperluas jangkauan pasar,” ujar Gubernur Hendrik.
“Pemerintah akan terus hadir memudahkan pelaku usaha, agar ekonomi Maluku semakin kuat dan kesejahteraan rakyat semakin nyata,” tambahnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Achmad Jais, menambahkan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari sinergi erat antara pemerintah daerah, kementerian terkait, Bea Cukai, Karantina, KADIN, serta para eksportir dan pelaku UMKM.
“Kami terus membangun ekosistem perdagangan yang lebih sehat, mulai dari pembinaan pelaku usaha, peningkatan standar mutu, promosi produk, hingga penyederhanaan proses perizinan. Target kami jelas: semakin banyak produk Maluku yang dikenal dan diterima di pasar dunia,” jelas Achmad Jais.
Berdasarkan catatan BPS, pasar ekspor utama Maluku saat ini masih didominasi Tiongkok dan Hong Kong. Pertumbuhan yang tinggi juga tercatat pada komoditas yang dikirim melalui pelabuhan di luar provinsi, menandakan potensi ekonomi Maluku masih sangat luas untuk dikembangkan.
Sebagai langkah lanjutan, Pemprov Maluku tengah menyiapkan inovasi layanan terpadu Pojok Layanan LAWAMENA. Fasilitas ini akan menjadi satu pintu pelayanan yang memudahkan pengurusan NIB, PIRT, sertifikasi halal, konsultasi ekspor, hingga pendampingan pemasaran internasional bagi pelaku usaha.
Pemerintah Provinsi optimistis tren positif ini akan berlanjut sepanjang tahun, menjadi fondasi kokoh bagi peningkatan investasi, pengembangan industri berbasis potensi lokal, serta pembukaan lapangan kerja yang lebih luas.
“Seluruh capaian ini kita arahkan sepenuhnya untuk mewujudkan visi SAPTA CITA LAWAMENA, yaitu pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan bermuara pada kesejahteraan seluruh masyarakat Maluku,” tegas Gubernur Hendrik menutup pernyataannya. (TM-OL)
